Prodi S1 Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) melalui Desi Eri Kusumaningrum, S.Pd., M.Pd., bertindak sebagai narasumber akademisi dalam diskusi publik “Idjen Talk” bertema memastikan kualitas SD Negeri Kota Malang setara. Kegiatan ini disiarkan langsung melalui Radio City Guide 911 FM dan kanal YouTube Arema TV pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 08.00 WIB, bertepatan dengan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 untuk SD negeri di Kota Malang. Forum ini mempertemukan unsur DPRD Kota Malang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, media, akademisi, dan pendengar masyarakat untuk membahas pemerataan mutu layanan pendidikan dasar.

Diskusi berjalan interaktif melalui paparan isu, respons kebijakan, masukan akademik, dan tanggapan pendengar. Narasumber membahas ketimpangan minat terhadap SD negeri, stigma sekolah unggulan, pentingnya kepercayaan publik, serta kebutuhan pendidikan inklusif yang menjamin akses pembelajaran bermutu bagi seluruh anak. Data yang disampaikan dalam forum mencakup lulusan TK/RA/BA sekitar 12.947 anak, pagu SD negeri sekitar 8.568 kursi, dan 195 SD negeri, sehingga pemetaan calon peserta didik, kapasitas sekolah, serta kekuatan tiap satuan pendidikan perlu dilakukan lebih cermat. Isu sarana prasarana, interactive flat panel, dan media digital ditempatkan sebagai topik pendukung mutu pembelajaran dan komunikasi sekolah.

Secara proporsional, luaran kegiatan ini bukan klaim bahwa pemerataan telah tercapai, melainkan penguatan dialog publik, pertukaran pengetahuan, masukan akademik, dan rekomendasi awal. Bagi SDG 4: Pendidikan Berkualitas, diskusi ini relevan dengan target SDG 4.1 melalui penguatan mutu pembelajaran pendidikan dasar, SDG 4.5 melalui dorongan pengurangan ketimpangan akses dan mutu layanan SD Negeri, serta SDG 4.c melalui rencana pelatihan guru, penguatan kepemimpinan kepala sekolah, dan pemanfaatan sumber daya pendidikan secara merata. Dengan 300 penerima manfaat/peserta sesuai data kegiatan, forum ini juga mendorong literasi publik tentang kesetaraan pendidikan dan pilihan sekolah berbasis kebutuhan anak. Kontribusi SDG 17 terlihat pada kemitraan pendidikan antara UM, Disdikbud Kota Malang, DPRD Kota Malang, media, dan masyarakat. Kegiatan ini selaras dengan target SDG 17.16 karena membuka ruang kemitraan multi-pihak yang memobilisasi pengetahuan, keahlian, dan masukan kebijakan, serta target SDG 17.17 karena mendorong kerja sama publik dan masyarakat sipil. Rekomendasi awal yang mengemuka mencakup agenda tindak lanjut bersama, pemetaan mutu SD Negeri, pendampingan kepala sekolah dan guru, penguatan komunikasi publik tentang keunggulan sekolah, dan forum kolaborasi berkelanjutan untuk penguatan kapasitas layanan pendidikan.

Bu Krisa, salah satu pendengar yang ikut memberikan masukan dalam diskusi, menyampaikan, “Bagi kami, memilih sekolah anak itu melihat program sekolah yang sesuai dengan usia anak dan yang terbaik. Guru-gurunya juga kami utamakan, mulai keramahan guru sampai kesabaran guru dalam membimbing murid.” Ke depan, hasil Idjen Talk diharapkan menjadi dasar koordinasi lanjutan yang lebih terukur, terbuka, dan berkelanjutan dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap SD Negeri Kota Malang.

Translate »