Sidang skripsi Prayoga Dwi Kristanto dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2024 pukul 08.00 di Laboratorium Administrasi Pendidikan dengan judul “Manajemen Ekstrakurikuler Tari Tradisional dalam Mewadahi Bakat Minat Peserta Didik di SDN Dinoyo 3”. Pada sidang ini, Prayoga mempresentasikan hasil penelitian yang telah ia kerjakan dengan penuh dedikasi dan ketekunan. Sidang tersebut dihadiri oleh tiga dosen penguji yang berwibawa dan memiliki reputasi akademik yang tinggi, yakni Bapak Asep Sunandar, Wildan Zulkarnain, dan Ahmad Nurabadi. Ketiga dosen ini memiliki keahlian di bidang masing-masing dan dikenal dengan kemampuan analitis serta kritis mereka. Setelah memaparkan hasil penelitiannya yang mendalam dan komprehensif, Prayoga memasuki sesi tanya jawab yang penuh antusiasme. Sesi ini berlangsung dengan interaktif, di mana ia menerima berbagai pertanyaan kritis serta masukan berharga dari para dosen penguji. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mencakup berbagai aspek dari penelitiannya, mulai dari metodologi yang digunakan hingga implikasi praktis dari hasil penelitiannya. Prayoga menjawab setiap pertanyaan dengan tenang dan percaya diri, menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang topik yang ia teliti. Masukan-masukan yang diberikan oleh dosen penguji bertujuan untuk memperkaya karyanya dan memberikan perspektif baru yang dapat membantu Prayoga dalam menyempurnakan penelitiannya.
Topik skripsi yang diangkat oleh Prayoga membahas pengelolaan ekstrakurikuler tari tradisional di SDN Dinoyo 3, mulai dari perencanaan hingga identifikasi faktor-faktor penghambat yang mungkin dihadapi dalam pelaksanaannya. Skripsi ini tidak hanya memaparkan proses perencanaan, tetapi juga bagaimana pelaksanaan dan evaluasi kegiatan tersebut dilakukan. Prayoga memilih lokasi penelitian ini dengan pertimbangan yang matang. SDN Dinoyo 3 dikenal memiliki reputasi kuat dalam berbagai prestasi di bidang seni tari tradisional, baik di tingkat lokal maupun regional. Reputasi ini tidak hanya terbentuk dalam waktu singkat, tetapi merupakan hasil dari dedikasi dan usaha yang konsisten dari para pengajar, siswa, serta dukungan dari pihak sekolah dan orang tua murid. Prestasi-prestasi yang telah diraih oleh sekolah ini memberikan latar belakang yang solid dan kaya bagi Prayoga untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai pengelolaan ekstrakurikuler tari tradisional. Dalam penelitiannya, Prayoga berupaya mengidentifikasi berbagai strategi yang diterapkan oleh sekolah dalam mengelola ekstrakurikuler ini, serta menggali faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat maupun pendukung dalam proses pengelolaan tersebut. Dengan demikian, diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan ekstrakurikuler tari tradisional, tidak hanya di SDN Dinoyo 3 tetapi juga di sekolah-sekolah lain yang memiliki program serupa.
Dalam rangka mengumpulkan data yang komprehensif dan mendalam, Prayoga telah melakukan wawancara secara menyeluruh dengan berbagai pihak yang terlibat dalam ekstrakurikuler tari tradisional ini. Proses wawancara dimulai dengan koordinator ekstrakurikuler yang bertanggung jawab mengatur kegiatan sehari-hari, dilanjutkan dengan kepala sekolah yang memiliki pandangan strategis dan kebijakan terkait ekstrakurikuler. Selain itu, wawancara juga dilakukan dengan pelatih dan asisten pelatih ekstrakurikuler yang memiliki pengetahuan teknis dan pengalaman langsung dalam melatih siswa. Tidak hanya berhenti di situ, Prayoga juga mewawancarai para guru yang mendukung kegiatan ini, wali murid yang memberikan perspektif dari sisi orang tua, serta peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler ini secara langsung. Untuk melengkapi data, wawancara juga dilakukan dengan perwakilan dari pihak kerjasama eksternal yang mungkin terlibat dalam program ekstrakurikuler ini. Pendekatan yang menyeluruh ini memungkinkan Prayoga untuk mendapatkan berbagai perspektif yang berbeda dan mendalam, sehingga data yang diperoleh menjadi lebih kaya akan informasi dan lebih akurat dalam menggambarkan keseluruhan dinamika ekstrakurikuler tari tradisional tersebut.
Semangat dan dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga, teman, dan para dosen pembimbing, sangat berperan dalam membantu Prayoga menyelesaikan skripsinya. Tanpa dukungan moral dan motivasi yang diberikan oleh orang-orang terdekatnya, mungkin perjuangan Prayoga dalam menyelesaikan penelitiannya tidak akan semulus ini. Mereka tidak hanya memberikan dorongan semangat, tetapi juga saran-saran berharga yang membantu memperbaiki dan menyempurnakan skripsinya. Dengan harapan positif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan dunia pendidikan. Penelitian ini khususnya berfokus pada pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mengakomodasi dan mengembangkan bakat serta minat peserta didik. Hal ini penting karena kegiatan ekstrakurikuler memainkan peran kunci dalam membentuk karakter dan kemampuan siswa di luar pelajaran akademis.
Prayoga percaya bahwa dengan pengelolaan yang tepat, ekstrakurikuler tari tradisional bisa menjadi wadah yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya. Kegiatan ini dapat memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri mereka melalui seni tari, sekaligus mengenalkan mereka pada kekayaan budaya lokal yang mungkin selama ini kurang diperhatikan. Selain itu, kegiatan ini juga dapat membangun rasa percaya diri dan kemampuan kerja sama di antara para siswa. Dengan demikian, Prayoga berharap penelitiannya tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan dan pelestarian budaya di masa depan.