Malang, Universitas Negeri Malang – Sebuah penelitian yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jawa Timur mengeksplorasi model hubungan antara kepemimpinan pembelajaran digital kepala sekolah, kompetensi pembelajaran digital guru, dan kompetensi siswa di era digital. Penelitian ini mengusung visi untuk mendukung tujuan Sustainable Development Goal (SDG) 4 dalam menjamin pendidikan berkualitas dan memperluas akses keterampilan digital bagi siswa.
Dosen Departemen Administrasi Pendidikan tengah melaksanakan penelitian penting mengenai model hubungan antara kepemimpinan pembelajaran digital kepala sekolah, kompetensi pembelajaran digital guru, dan kompetensi siswa di era digital, dengan fokus pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur. Dalam era digital yang ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, kepemimpinan pembelajaran menjadi krusial untuk meningkatkan prestasi siswa serta mengarahkan komunitas sekolah menuju visi dan misi yang telah ditetapkan. Penelitian ini menyoroti kurangnya pemahaman di kalangan kepala sekolah mengenai strategi optimal dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran. Dari 2.149 SMK di Jawa Timur, baru sekitar 37% yang menerapkan pembelajaran digital secara efektif.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi model kepemimpinan yang dapat diadopsi oleh kepala sekolah serta mengevaluasi kompetensi digital guru dan siswa. Di tahun pertama, peneliti akan melakukan asesmen kebutuhan untuk mengembangkan instrumen yang akan membantu kepala sekolah dan guru dalam meningkatkan kompetensi digital siswa. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan panduan bagi pengambil kebijakan dan institusi pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di era digital.
Penelitian ini juga berfokus pada pengembangan teori tentang hubungan kepemimpinan pembelajaran digital dan kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang responsif terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa siswa SMK di Jawa Timur dapat bersaing dan beradaptasi dengan tuntutan dunia digital yang terus berkembang. Hasilnya akan menjadi acuan bagi kebijakan pendidikan yang lebih baik di masa mendatang.
Kegiatan Penelitian tentang Kepemimpinan Digital diketuai oleh Ibu Dr. Mustiningsih, M.Pd. ini menyoroti upaya kolaboratif antara mahasiswa dan dosen dalam memperkuat kapasitas sekolah. Kegiatan ini melibatkan serangkaian workshop yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan dan administrasi sekolah, khususnya dalam konteks akreditasi dan pembelajaran berbasis proyek.
Dalam kegiatan ini, peserta diberikan pelatihan tentang bagaimana menyusun dokumen akreditasi yang efektif, serta strategi untuk mengimplementasikan proyek-proyek pendidikan yang inovatif. Selain itu, terdapat sesi diskusi yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sekolah.

Ibu Dr. Mustiningsih, M.Pd. menekankan pentingnya hubungan antara kepemimpinan pembelajaran digital kepala sekolah, kompetensi pembelajaran digital guru, dan kompetensi siswa di era digital. Ia menyatakan bahwa melalui pelaksanaan penelitian, diharapkan sekolah-sekolah dapat memperoleh wawasan baru dan penerapan praktik terbaik dalam manajemen pendidikan yang hubungan antara kepemimpinan pembelajaran digital kepala sekolah, kompetensi pembelajaran digital guru, dan kompetensi siswa di era digital, serta meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Dengan pelaksanaan penelitian tentang hubungan antara kepemimpinan pembelajaran digital kepala sekolah, kompetensi pembelajaran digital guru, dan kompetensi siswa di era digital, diharapkan adanya dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah-sekolah yang terlibat, serta penguatan hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah dalam upaya mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik. */hsn