Arus globalisasi yang semakin tidak terbendung pada saat ini berdampak sangat luas dan mengakibatkan terkikisnya nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Selain itu, budaya-budaya lokal yang mempunyai nilai-nilai luhur ynag tinggi sudah banyak ditinggalkan oleh generasi-generasi muda saat ini. Budaya barat mulai menjadi tren kehidupan yang diharapkan oleh para generasi Indonesia, sehingga tak jarang sering terjadi pergesekan norma dan nilai budaya lokal dan perilaku impulsif dari penerapan budaya barat tersebut. Melihat fenomena tersebut, Tim peneliti Dosen Universitas Negeri Malang berupaya mengembangkan model manajemen peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya nasional nusantara. Integrasi antara manajemen peserta didik dengan nilai-nilai budaya nasional nusantara diharapkan dapat memperkokoh jati diri bangsa Indonesia dan menciptakan hubungan kebhinekaan yang harmonis.

Prof . Dr. Ali Imron, M.Pd., M.Si selaku ketua tim penelitian ini memformulasikan integrasi nilai0nilai budaya Nusantara ke dalam aktivitas manajemen peserta didik untuk dapat membantu revitalisasi jati diri bangsa dan memperkuat nasionalisme dan harmoni sosial di kalangan generasi muda. Aktifitas manajemen peserta didik tidak hanya dilaksanakan melalui aktifitas manajemen yang kaku, namun diintegrasikan dengan aktifitas-aktifitas nilai budaya asli Nusantara.

Hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa adanya pengaruh signifikan antara integrasi nilai-nilai budaya nasional Nusatara dalam manajemen peserta didik untuk memperkokoh jati diri bangsa. Selain itu, manajemen peserta didik yang harusnya ada di dalam setiap satuan pendidikan ternyata berpengaruh terhadap pola perilaku peserta didik dan budaya belajar siswa, sehingga kegiatan manajemen peserta didik ideal dilakukan untuk membentuk perilaku kenusantaraan dan memperkokoh jati diri bangsa tersebut. Berdasarkan uji pada penelitian ini pula, manajemen peserta didik yang diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya nasional nusantara terbukti berpengaruh signifikan terhadap pembentukan hubungan sosial ynag harmoni antar sesama peserta didik, peserta didik dengan guru/kepala sekolah, dan peserta didik dengan masyarakat.

Metode survey yang dilakukan dalam penelitian ini menjangkau responden penelitian dari berbagai kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari pengambilan sampel survei yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia tersebut adalah untuk memperluas jangkauan responden sehingga peneliti memperoleh hasil yang lebih valid. Sehingga didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan integrasi nilai-nilai budaya nasional Nusantara pada aktifitas manajemen peserta didik dinilai penting untuk dikembangkan sebagai model baru manajemen peserta didik untuk memperkokoh jati diri bangsa dan memperkuat harmoni sosial generasi muda di Indonesia. */aim

Translate ยป