Malang, 2024 – Tim peneliti Universitas Negeri Malang, yang dipimpin oleh Prof. Dr. Maisyaroh, M.Pd yang berkolaborasi dengan kepala sekolah laboratorium UM Kota Malang dan Kota Blitar, mengembangkan sebuah buku saku inovatif yang bertujuan untuk mendukung pengelolaan kurikulum sekolah laboratorium di era Merdeka Belajar.

Tentunya penelitian tersebut dilaksanakan secara kolaboratif dengan tim yang beranggotakan Dosen Universitas Negeri Malang lintas fakultas diantaranya Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd           (Dosen FIP), Dr. Sri Untari, M.Si (Dosen FIS), dan Dr. Tutut Chusniyah, M.Si (Dosen Psikologi Pendidikan).

Buku saku ini menjadi panduan praktis bagi kepala sekolah, guru, dan pengelola pendidikan dalam menerapkan kurikulum yang adaptif dan fleksibel sesuai dengan kebijakan Merdeka Belajar.

Kebijakan Merdeka Belajar, yang menitikberatkan pada fleksibilitas dan kemandirian lembaga pendidikan dalam menentukan kurikulum, telah membawa tantangan tersendiri bagi sekolah laboratorium. Buku saku ini disusun melalui pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) di SD Laboratorium UM Malang dan Blitar. Uji coba produk ini melibatkan guru dan kepala sekolah yang memberikan masukan penting dalam menyempurnakan buku saku.

Menurut Prof. Maisyaroh, buku ini memberikan arahan strategis dan langkah-langkah operasional dalam mengelola kurikulum, yang memudahkan para pendidik memahami dan menerapkan konsep Merdeka Belajar di sekolah laboratorium. Uji coba dan validasi menunjukkan hasil yang sangat baik, dengan lebih dari 19 aspek penilaian berada dalam kategori “sangat baik.”
Hasil penelitian ini akan dipublikasikan dalam jurnal internasional terindeks Scopus, serta disertai pameran hasil penelitian dan pengajuan hak kekayaan intelektual (HKI) atas buku saku ini.

Translate »