Sabtu, 30 November 2024, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjadi tuan rumah seminar nasional bertajuk Peningkatan Kapasitas Sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Kegiatan ini dihadiri oleh akademisi, praktisi pendidikan, dan pemerhati pendidikan dari berbagai wilayah Indonesia, tercatat 472 pererta yang hadir, online dan offline. Dalam sambutannya, Dr. Pupung Puspa Ardini, M.Pd., Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM), menegaskan bahwa MBS merupakan konsep strategis untuk meningkatkan partisipasi, transparansi, dan kualitas pendidikan di tingkat sekolah.
Dr. Muhammad Ardiansyah, S.IP., M.Pd., dari Universitas Negeri Makassar, sebagai salah satu narasumber utama, menjelaskan bahwa MBS adalah bentuk desentralisasi otoritas dari pemerintah pusat ke sekolah. “Melalui MBS, pengambilan keputusan didelegasikan kepada kepala sekolah, guru, orang tua, dan dalam beberapa kasus, siswa,” ungkapnya. Pendekatan ini memungkinkan warga sekolah untuk lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan pendidikan.
Sementara itu, Dr. Teguh Triwiyanto dari Universitas Negeri Malang menyoroti perbedaan signifikan antara manajemen konvensional dan MBS. Sebelum penerapan MBS, kepala sekolah sering kali mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan warga sekolah lainnya. “MBS mendorong kepala sekolah dan staf untuk berinovasi dan berimprovisasi. Ini menciptakan lingkungan yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM), baik untuk guru maupun siswa,” ujar Dr. Teguh.
Ia juga menekankan bahwa guru harus mampu mendesain pembelajaran yang menarik dengan memanfaatkan berbagai sumber belajar. Selain itu, siswa didorong untuk berpikir kritis, memecahkan masalah secara mandiri, dan menyampaikan pendapatnya. Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Seminar ini juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya orang tua, dalam program sekolah. Menurut para narasumber, partisipasi aktif masyarakat dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan. Seminar ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi sekolah-sekolah di Indonesia untuk mengimplementasikan MBS secara optimal demi tercapainya pendidikan berkualitas.