Jumat, 21 Juni 2024 merupakan hari yang berharga bagi Diah Fitria Ningsih mahasiswi S1 Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang angkatan 2020 karena telah dinyatakan lulus sidang skripsi dengan hasil yang memuaskan. Sebagian besar mahasiswa/mahasiswi semester akhir menganggap bahwa sidang skripsi sebagai momok yang menakutkan sehingga banyak yang menunda hingga batas akhir semester. Menurut Diah, pelaksanaan sidang skripsi tidak semenakutkan itu. Diah mampu menjalani sidang skripsi dengan tenang, dan santai sehingga mampu menjawab pertanyaan dari penguji secara cepat dan tepat. Kunci dari berhasilnya pelaksanaan sidang skripsi yaitu penguasaan materi yang disajikan.

Banyak pengalaman berharga yang didapatkan Diah selama proses penyelesaian skripsi hingga pelaksanaan sidang skripsi. Pengalaman-pengalaman tersebut yaitu kemandirian dalam hal mengumpulkan data hingga mengurus pelaksanaan sidang skripsi dengan bantuan dosen pembimbing. Pengalaman berikutnya yaitu bertambahnya relasi, karena pada proses pengumpulan data diperlukan pendekatan dengan lingkungan penelitian seperti dengan kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, hingga wali murid. Pengalaman berikutnya yakni bertambahnya pengetahuan baik didapat dari lapangan maupun dari teori yang digunakan di dalam pembahasan skripsi penelitian.

Diah melaksanakan sidang skripsi dengan judul “Kepemimpinan Spiritual Kepala Madrasah dalam Penguatan Budaya Religius Nahdlatul Ulama di MI Islamiyah Wonoplintahan Kabupaten Sidoarjo” diuji oleh tiga dewan penguji yaitu Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd sebagai ketua, Bapak Wildan Zulkarnain, S.Pd., M.Pd sebagai anggota satu, dan Dr. Agus Timan, M.Pd sebagai anggota dua. Tujuan dari penelitian ini yaitu, (1) mengetahui karakteristik kepemimpinan spiritual kepala madrasah di MI Islamiyah Wonoplintahan Sidoarjo; (2) mengetahui bentuk budaya religius NU yang diterapkan di MI Islamiyah Wonoplintahan Sidoarjo; (3) mengetahui peran kepala madrasah dalam menerapkan budaya religius NU di MI Islamiyah Wonoplintahan Sidoarjo; (4) mengetahui dampak dari kepemimpinan spiritual kepala madrasah dalam menerapkan budaya religius NU di MI Islamiyah Wonoplintahan Sidoarjo.

Hasil dari penelitian ini yakni, (1) kepala madrasah memiliki karakteristik memimpin dengan hati, rendah hati/andap asor/tidak arogan, bebas dan memberdayakan, disiplin/berwibawa/tegas, disegani yang dipimpin, kerjanya santai dan melayani, adil, toleransi, semangat amal saleh, dan jujur; (2) bentuk budaya religius NU di MI Islamiyah Wonoplintahan Sidoarjo yaitu istighosah, tahlil, ziarah, pembiasaan pagi nadhoman kitab karangan ulama NU, Jumat berkah di hari Jumat Legi, sholawat banjari, zikir/pujian bareng dengan suara keras, dan Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) tema NU; (3) kepala madrasah dalam menerapkan budaya religius NU memiliki peran penting yaitu membuat program, memotivasi, menjadi contoh/teladan, dan kerja sama yang dilakukan dengan wali murid dan komunitas NU; (4) penerapan budaya religius NU dengan kepemimpinan spiritual yang dilakukan kepala madrasah memiliki dampak yaitu menumbuhkan rasa kepedulian dan saling menghargai di lingkungan madrasah, sikap siswa yang semakin baik, siswa memiliki bekal hafalan baik Al-Qur’an maupun kitab, etos kerja dan kinerja pegawai meningkat, respons baik dari wali murid, dan madrasah semakin maju dengan perolehan akreditasi A.

Keberhasilan dan kelancaran sidang skripsi tak luput dari bantuan berbagai pihak mulai dari warga MI Islamiyah Wonoplintahan sebagai informan, dosen pembimbing yang telah memberi bimbingan, doa orang tua, dan teman-teman. Pesan untuk teman seperjuangan tetap semangat, jangan takut bimbingan, dan kuasai materi sebelum pelaksanaan sidang skripsi.

Translate »