Dili, 27-28 Februari 2025 – Universitas Negeri Malang (UM) terus memperluas jangkauan kolaborasi akademiknya dengan menjalin kemitraan strategis bersama institusi pendidikan di Timor Leste. Dalam rangka mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), Program Studi S2 Manajemen Pendidikan UM turut berpartisipasi dalam International Conference and Seminar on Educational Management (ICSEM) 2025 yang diselenggarakan pada 27-28 Februari 2025 di Kedutaan Besar Republik Indonesia, Dili, Timor Leste. Acara ini mengusung tema “The Power of Education: Bridging Nations, Inspiring Minds” dan menghadirkan para akademisi, praktisi pendidikan, serta pemangku kebijakan dari berbagai negara.

Konferensi ini menjadi wadah bagi UM dan perguruan tinggi di Timor Leste untuk bertukar wawasan mengenai tantangan dan inovasi dalam manajemen pendidikan. Salah satu fokus utama diskusi adalah penguatan sistem pendidikan di negara berkembang melalui strategi manajerial yang efektif. Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd., perwakilan dari Universitas Negeri Malang, menegaskan pentingnya sinergi antarnegara dalam membangun sistem pendidikan yang lebih maju. “Kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk menciptakan inovasi dan peningkatan mutu pembelajaran di berbagai negara,” ungkapnya.

Konferensi ini juga menampilkan sesi keynote speakers dari berbagai negara, termasuk Prof. Ikhfan Haris, Ph.D. (Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia untuk Timor Leste), Prof. Hsin Hung Wu, Ph.D. (National Changhua University of Education, Taiwan), serta Prof. Rohaida Binti Mohd Saat, Ph.D. (University of Malaya, Malaysia). Berbagai topik dibahas dalam konferensi ini, seperti implementasi kebijakan pendidikan, transformasi digital dalam manajemen pendidikan, serta strategi peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan.

Sebagai bagian dari SDG 17, konferensi ini menegaskan komitmen UM untuk terus membangun jejaring dan kerja sama global dalam dunia pendidikan. Kemitraan dengan institusi di Timor Leste diharapkan dapat memperkuat pertukaran akademik, riset kolaboratif, serta peningkatan kapasitas dosen dan mahasiswa di kedua negara. “Melalui kerja sama ini, kami ingin membangun pendidikan yang lebih inklusif dan berbasis inovasi, baik di Indonesia maupun Timor Leste,” ujar Arin Ika Puspitaningsih, S.Pd., M.Pd., salah satu peserta yang turut aktif dalam diskusi.

Selain konferensi, kegiatan ini juga mencakup sesi paralel yang memberikan kesempatan bagi akademisi dan peneliti untuk mempresentasikan karya ilmiahnya. Peserta dari berbagai institusi memaparkan penelitian mereka tentang tren manajemen pendidikan, kepemimpinan sekolah, serta kebijakan pendidikan berbasis bukti. Sesi ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan wawasan yang memperkaya perspektif para peserta dalam mengembangkan pendidikan di wilayah masing-masing.

Keberhasilan ICSEM 2025 ini membuka peluang untuk kolaborasi lebih lanjut antara Universitas Negeri Malang dan institusi pendidikan di Timor Leste. Program pertukaran mahasiswa dan dosen, riset kolaboratif, serta pengembangan kurikulum bersama menjadi agenda yang tengah dibahas untuk memperkuat kerja sama ini. Dengan adanya forum akademik seperti ini, UM semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang berkontribusi dalam pembangunan global, sejalan dengan agenda SDG 17.

Sebagai penutup, Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono, M.Pd. menyampaikan harapannya agar konferensi ini dapat menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih luas. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk membangun masa depan yang lebih baik. Melalui kemitraan strategis ini, kita bisa menciptakan dampak yang lebih besar dalam dunia pendidikan,” pungkasnya.

Translate »