Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan (HMD AP) 2025 menggelar kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama dalam program Lentera Abhikarya pada Jumat, 21 Maret 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan serta menanamkan nilai kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Ketua Umum HMD AP 2025, Bryan Beckam W.E, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya acara ini. “Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar, mulai dari perencanaan, penggalangan dana, hingga pelaksanaan berbagi takjil dan buka puasa bersama. Ini bukan sekadar acara tahunan, tetapi juga wujud nyata kepedulian kami terhadap sesama,” ujarnya.
Kegiatan ini diawali dengan penggalangan dana yang dilakukan sejak Februari 2025 melalui penyebaran pamflet Open Donation di media sosial dan secara langsung kepada dosen Departemen Administrasi Pendidikan, yang menjadi donatur utama.
Pada hari pelaksanaan, sebanyak 140 paket takjil dibagikan di dua lokasi, yaitu Gerbang Veteran Universitas Negeri Malang (UM) dan sekitar Museum Brawijaya di Jalan Ijen. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Rumah Makan Pawon Yang Kung, yang dihadiri oleh fungsionaris HMD AP 2025 dan sejumlah mahasiswa lainnya.
Program Lentera Abhikarya selaras dengan dua tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), yaitu SDG 10 (Reduced Inequalities), karena memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk menikmati berkah Ramadan tanpa memandang latar belakang sosial, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals), karena melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa, dosen, dan masyarakat luas dalam kolaborasi untuk mencapai tujuan sosial yang lebih besar.

Untuk memastikan kelancaran acara, Divisi Sosial Masyarakat (SOSMA) HMD AP 2025 membagi peran kepada sejumlah fungsionaris. Penggalangan dana dikoordinasikan oleh Dwi Melva dan Salshabila Putri, sementara pembagian takjil dipimpin oleh Mohammad Zaskia Febri, Kartika, Najwa Nur Fajrina, dan Salshabila Putri. Kegiatan buka puasa bersama diatur oleh Regita Caesa, Ni Made Dwi, dan Farras Daniswara.
Muhammad Zaskia Febri, penanggung jawab kegiatan, menyampaikan harapannya agar acara ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang. “Kami ingin menanamkan nilai kepedulian dan gotong royong, terutama di bulan Ramadan. Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut dan membawa manfaat lebih luas,” katanya.
Salah satu peserta kegiatan juga membagikan kesannya. “Senang sekali bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Melihat senyum mereka yang menerima takjil membuat semua usaha kami terasa sangat berarti. Semoga tahun depan kami bisa memberikan yang lebih baik dan menebar kebaikan lebih luas,” ungkapnya.
Diharapkan, Lentera Abhikarya tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga terus berkembang sebagai warisan kebaikan yang menginspirasi lebih banyak pihak untuk berbagi dan peduli terhadap sesama.