Menjawab tantangan zaman dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan (HMD AP) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang kembali menggelar ajang prestisius National Essay Competition (NEC) 2025.

Dengan mengangkat tema “Pendidikan dan Teknologi sebagai Pilar Demokrasi Masa Depan”, kompetisi ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa se-Indonesia untuk menuangkan gagasan kreatif dan solutif dalam menjawab isu-isu masa depan melalui pendekatan pendidikan dan teknologi. NEC 2025 terbuka bagi mahasiswa aktif D3, D4, dan S1 seluruh Indonesia, baik secara individu maupun tim maksimal tiga orang.

Bayu, selaku Ketua Pelaksana NEC 2025, dalam wawancara menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai perlombaan, tetapi sebagai proses pembinaan intelektual generasi muda untuk lebih peka terhadap transformasi digital dan tantangan demokrasi.

“NEC 2025 menjadi ajang penting untuk menggali potensi mahasiswa dalam bidang penulisan ilmiah dan berpikir kritis. Kami ingin menjadikan pendidikan dan teknologi sebagai dasar pembangunan demokrasi modern, sejalan dengan semangat SDGs 9,” jelas Bayu.

Menurut Bayu, esai yang dikirimkan peserta akan membahas bagaimana teknologi dapat memperkuat sistem demokrasi melalui transparansi dan partisipasi publik, serta bagaimana pendidikan berperan penting dalam membentuk masyarakat yang sadar informasi, kritis, dan bertanggung jawab.

Selain membuka ruang inovasi, NEC 2025 juga memberikan berbagai benefit menarik: mulai dari e-sertifikat, penghargaan Best Presenter, hingga uang pembinaan bagi para juara. Setiap peserta juga mendapatkan sertifikat partisipasi yang bisa digunakan untuk mendukung kebutuhan akademik seperti SKPI.

“Kami harap dari NEC ini lahir pemikir-pemikir muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu merespons isu-isu strategis bangsa melalui tulisan yang berdampak,” tambah Bayu.

NEC 2025 tak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembelajaran. Mahasiswa dilatih untuk menuangkan gagasan dalam esai ilmiah, mengikuti proses seleksi, hingga menyampaikan ide melalui presentasi infografis yang menekankan kreativitas visual dan substansi argumentatif. Proses ini memperkuat aspek inovatif mahasiswa sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur pengetahuan.

Dengan latar tema dan semangat yang kuat, NEC 2025 hadir bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan, mendorong inovasi digital, dan membangun masyarakat demokratis berbasis literasi dan teknologi. Sebuah langkah konkret dalam mendukung SDGs 9 dari kampus untuk Indonesia./*nmira

Informasi selanjutnya pada Instagram, @hmdapum

 

Translate »