Komitmen terhadap pendidikan berkualitas (SDGS 4) kembali diwujudkan secara nyata oleh Ahmad Maulana Irsyad di Piranha Smart Center (PSC) Malang. Melalui program pelatihan Brevet Pajak dan Sertifikasi CTT, PSC tidak hanya memfasilitasi peningkatan kompetensi bagi mahasiswa dan masyarakat umum, tetapi juga memberi ruang belajar langsung bagi mahasiswa magang, salah satunya Ahmad Maulana Irsyad dari Jurusan Administrasi Pendidikan.

Diselenggarakan pada 3 April 2025 pukul 09.00–12.00 WIB, kegiatan pelatihan berlangsung secara hybrid, dengan peserta mengikuti dari lokasi masing-masing melalui Zoom Meeting, sedangkan penyelenggara mengkoordinasi jalannya kegiatan dari Kantor PSC, Ruko Piranha Residence Blok B-6, Tunjungsekar, Lowokwaru, Kota Malang. Agenda ini menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap bulan, terbagi dalam beberapa pilihan kelas: Smart Class, Reguler, dan VIP Class.

Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan kredibilitas profesional di bidang keuangan dan perpajakan. Proses belajar dilakukan melalui 22 kali pertemuan daring, dilanjutkan dengan ujian sertifikasi secara luring. Hasil uji kompetensi diserahkan ke LSP-TA (Lembaga Sertifikasi Profesi-Teknisi Akuntansi) dan ATPI (Asosiasi Teknisi Perpajakan Indonesia) untuk penerbitan sertifikasi resmi dan gelar profesi bagi peserta yang lolos.

Menariknya, dalam kegiatan ini, Ahmad Maulana Irsyad, mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan, turut terlibat sebagai peserta magang yang mendampingi jalannya pelatihan. Ia memperoleh kesempatan langsung untuk membantu pengelolaan pelatihan, mulai dari manajemen peserta, dokumentasi kegiatan, hingga refleksi program.

“Saya memilih magang di PSC karena ingin melihat langsung bagaimana lembaga pelatihan profesional mengelola program pendidikan nonformal yang terstruktur dan berdampak,” ujar Ahmad.
Ia menambahkan, “Dari sini saya belajar bahwa pendidikan tidak hanya terjadi di ruang kelas formal, tapi juga bisa diwujudkan melalui pelatihan-pelatihan seperti ini yang sangat aplikatif dan dibutuhkan oleh dunia kerja.”

Keterlibatan Ahmad menjadi contoh sinergi nyata antara dunia kampus dan dunia kerja, di mana mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga ikut menjadi bagian dari solusi pembelajaran masyarakat.

Pelatihan ini sangat relevan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGS) poin 4: Pendidikan Berkualitas, terutama pada target 4.4 yang mendukung peningkatan akses terhadap keterampilan teknis dan profesional. PSC telah membuka peluang belajar yang inklusif dan kompetitif bagi mahasiswa lintas jurusan serta masyarakat umum, menjembatani kesenjangan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja.

Secara sosial, pelatihan ini memberdayakan peserta untuk siap bersaing di dunia kerja. Secara edukatif, program ini memperluas pemahaman mahasiswa terhadap proses pembelajaran berbasis keterampilan. Bagi institusi kampus, kehadiran mahasiswa magang seperti Ahmad memperkuat implementasi program link and match yang mendorong mahasiswa untuk aktif dan produktif di luar kelas.

Program pelatihan dan magang di PSC menjadi ekosistem yang saling mendukung peserta pelatihan memperoleh sertifikasi, sementara mahasiswa magang mendapatkan pengalaman kerja nyata. Ke depan, model seperti ini akan menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak lulusan yang kompeten, reflektif, dan siap berkontribusi di masyarakat.

Translate »