Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2025, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur menggelar kegiatan pelatihan pembuatan garnis buah dan sayur bertema “Perempuan Berkarya” pada Kamis, 25 April 2025. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pemberdayaan ibu-ibu pegawai, tetapi juga membuka ruang kolaborasi edukatif bagi mahasiswa magang dari program studi Administrasi Pendidikan, salah satunya Zoulhijjah Harinda Akhoba.

Kegiatan berlangsung di Gedung Proklamasi Lantai 2, BBGP Jatim, Kota Batu, dengan menghadirkan narasumber Ibu Yulia Nurlaily M. Nasikh Lil Sid. Kegiatan berlangsung meriah dan bermakna, dimulai sejak pagi dengan penampilan kolintang oleh ibu-ibu pegawai BBGP Jatim, lalu dilanjutkan dengan praktik langsung membuat garnis secara kreatif dan ramah lingkungan.

Sebagai salah satu peserta magang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan acara, Zoulhijjah Harinda Akhoba menyampaikan bahwa keterlibatannya memberikan pengalaman berharga dalam memahami proses manajerial kegiatan institusi yang berpihak pada pemberdayaan perempuan.

“Magang di BBGP Jatim memberi saya pengalaman langsung bagaimana sebuah kegiatan bisa dirancang tidak hanya meriah, tapi juga membawa pesan kuat tentang emansipasi dan keberlanjutan. Saya belajar banyak dari sisi koordinasi antarpanitia, komunikasi lintas jabatan, hingga bagaimana acara dikaitkan dengan nilai-nilai SDGs,” ujar Zoulhijjah.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kreativitas ibu-ibu Dharma Wanita dalam seni menghias makanan dengan bahan buah dan sayur. Dengan teknik yang sederhana dan tanpa penggunaan energi listrik berlebih, pelatihan ini juga sekaligus mengajarkan prinsip hidup hemat energi, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 7: Energi Bersih dan Terjangkau.

Rangkaian acara disusun secara sistematis oleh panitia yang diketuai oleh Dr. Retno Kinteki, M.Sos. dengan dukungan berbagai koordinator bidang, mulai dari acara, konsumsi, hingga perlengkapan. Pelatihan berlangsung secara langsung (hands-on) sehingga peserta bisa langsung mempraktikkan teknik yang diajarkan dengan suasana yang menyenangkan.

Pelatihan garnis ini bukan hanya memperingati Hari Kartini secara simbolis, tetapi juga menghadirkan aksi nyata mendukung pencapaian SDG 7 melalui pemanfaatan energi minimal dan bahan lokal. Di sisi lain, kegiatan ini memperkuat SDG 5: Kesetaraan Gender, dengan memberikan ruang aktualisasi kepada perempuan dalam konteks institusi publik.

Keterlibatan mahasiswa administrasi pendidikan juga mencerminkan sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan penguatan kapasitas institusi masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga memahami penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam praktik manajerial riil.

Melalui kegiatan ini, BBGP Jatim menunjukkan bahwa semangat Kartini masih hidup dalam berbagai bentuk: karya, kolaborasi, dan kepedulian terhadap keberlanjutan. Tidak hanya menjadi panggung bagi para perempuan untuk berkarya, acara ini juga menjadi ruang pembelajaran bermakna bagi generasi muda seperti mahasiswa magang.

Dengan semangat Kartini yang progresif, BBGP Jatim dan Dharma Wanita membuktikan bahwa keberdayaan perempuan dan pendidikan yang berkelanjutan bisa berjalan seiring, menciptakan energi positif bagi masyarakat dan institusi.

Translate »