Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pelatihan praktik pembuatan garnish buah dan sayur untuk ibu-ibu Dharma Wanita dalam rangka memperingati Hari Kartini. Kegiatan yang bertemakan “Perempuan Berkarya” ini merupakan bagian dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan dan berlangsung pada Kamis, 25 April 2025, di Gedung Proklamasi Lantai 2 BBGP Jawa Timur.
Kegiatan yang diikuti puluhan ibu-ibu Dharma Wanita BBGP Jawa Timur ini merupakan inovasi dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang mengintegrasikan pembelajaran mahasiswa dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
“Sebagai mahasiswa MBKM Departemen Administrasi Pendidikan, saya melihat pelatihan garnish ini sangat relevan dengan SDG 12 karena mengajarkan pemanfaatan buah dan sayur secara optimal, mengurangi limbah makanan, dan mendorong penggunaan bahan alami sebagai alternatif hiasan makanan yang ramah lingkungan,” ungkap Zoulhijjah Harinda Akhoba, peserta kegiatan yang juga merupakan mahasiswa MBKM dari Departemen Administrasi Pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.30 hingga 12.00 WIB ini dibuka dengan registrasi peserta dan penampilan kolintang oleh ibu-ibu pegawai BBGP Jawa Timur. Acara pembukaan dilanjutkan dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta hymne dan mars Dharma Wanita. Dr. Retno Kinteki, M.Sos selaku Ketua Panitia memimpin rangkaian acara yang dihadiri langsung oleh Kepala BBGP Jawa Timur. Kegiatan inti berupa pelatihan praktik membuat garnish dipandu oleh narasumber Ibu Yulia Nurlaily dan dibina oleh Siti Yulekho.
Pelatihan yang bersifat hands-on ini memberikan dampak positif di berbagai aspek. Dari sisi pendidikan, peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang aplikatif untuk kehidupan sehari-hari. Di tingkat masyarakat, kegiatan ini berpotensi mendorong pola makan sehat dan membuka peluang usaha rumahan berbasis keterampilan ramah lingkungan.
“Program MBKM memberikan kesempatan kepada kami untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang bermakna di masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya belajar teknik menghias makanan, tetapi juga memahami pentingnya memanfaatkan bahan dapur secara bijak untuk mengurangi limbah makanan. Ini sejalan dengan prinsip konsumsi berkelanjutan yang diajarkan dalam SDG 12,” tambah Zoulhijjah.
Dari perspektif lingkungan, penggunaan bahan alami dalam pembuatan garnish membantu mengurangi sampah dan mendorong pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen BBGP Jawa Timur dan Dharma Wanita dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan berkontribusi aktif dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan yang melibatkan berbagai koordinator bidang ini diharapkan dapat menjadi contoh implementasi SDG 12 di tingkat grassroots melalui pendekatan pemberdayaan perempuan dan edukasi praktis tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.