Berawal dari rasa ingin tahu dan semangat untuk berkembang, Dwi Ratna Sari, mahasiswi Universitas Negeri Malang jurusan Administrasi Pendidikan, berhasil terpilih sebagai Finalis Duta Edukasi Indonesia 2025 mewakili Provinsi Jawa Timur. Prestasi ini bukan hanya tonggak perjalanan pribadinya, tetapi juga bentuk nyata kontribusinya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 8 dan 10 mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta mengurangi kesenjangan antar daerah.

Dwi berasal dari Mojokerto, sebuah kota kecil di Jawa Timur. Ketertarikannya pada dunia organisasi muncul ketika ia melihat kakak tingkatnya semasa SMA mengikuti Duta Edukasi Indonesia. Dari sana, ia mulai mencari tahu lebih dalam. Ia menemukan bahwa organisasi ini tidak hanya bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga aktif mengembangkan potensi pemuda di bidang budaya, olahraga, hingga pariwisata

Awalnya bingung ingin ikut organisasi apa yang sesuai jurusan. Tapi setelah tahu tentang Duta Edukasi Indonesia, aku merasa ini tempat yang tepat untuk berkembang, baik secara akademik maupun non-akademik,” ujarnya.

Organisasi ini didirikan oleh Bapak Muhammad Suryadi, S.T. dan berpusat di Jakarta Pusat, namun seluruh kegiatan dilakukan secara digital, memudahkan kolaborasi lintas daerah tanpa hambatan jarak. Seleksi awal melibatkan pengumpulan berkas dan pembuatan video perkenalan yang menggambarkan identitas diri dan gagasan perubahan di bidang pendidikan.

Meski tidak memiliki latar belakang di dunia digital, Dwi tidak menyerah. Ia mengatasi tantangan dengan belajar dari teman, mencoba berkali-kali, hingga akhirnya menghasilkan video yang menarik. “Ternyata, proses belajar itu membawa kebanggaan tersendiri. Dari yang awalnya tidak bisa, menjadi bisa,” katanya.

Dari organisasi ini, Dwi mendapatkan banyak pengalaman yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Ia belajar berkomunikasi lintas daerah, mengenali karakter orang lain, dan mengasah kemampuan menggunakan teknologi digital. Tak hanya itu, ia juga membawa misi besar untuk menerapkan teknologi digital yang inovatif dalam proses pembelajaran, terutama untuk menciptakan peluang kerja dan pertumbuhan keterampilan digital di kalangan mahasiswa. Pengalaman ini sejalan dengan SDGs 8, karena mendorong keterampilan yang relevan dengan dunia kerja modern, serta SDGs 10, karena memberikan kesempatan yang sama bagi pemuda dari seluruh provinsi di Indonesia untuk berkontribusi tanpa batasan geografis. 

Kini, Dwi menjadi inspirasi di kampusnya. Ia aktif mengajak teman-temannya untuk ikut berorganisasi, mengembangkan diri, dan berani mencoba hal-hal baru.

Jangan pernah takut untuk mencoba hal baru, tetapi takutlah jika kamu tidak pernah mencoba hal baru.”

Itulah pesan yang Dwi sampaikan untuk generasi muda yang ingin membawa perubahan.

Translate »