Di tengah tantangan global dalam dunia pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM) mengambil langkah progresif untuk memperkuat kualitas pembelajaran dan membangun budaya kelembagaan yang damai. Melalui kegiatan Kuliah Tamu Internasional bertajuk “Keterampilan Negosiasi dan Mediasi untuk Manajemen Konflik Organisasi Pendidikan”, FIP UM mengukuhkan komitmennya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).

Menghadirkan Dr. Dwi Sogi Sri Redjeki dari Universitas Sari Mulia sebagai narasumber utama, kegiatan yang berlangsung di Gedung D3 FIP UM ini menjadi ruang belajar aktif bagi mahasiswa Administrasi Pendidikan. Tak sekadar teori, kuliah tamu ini menyajikan teknik negosiasi dan strategi mediasi yang aplikatif, memberikan bekal praktis bagi para calon pengelola lembaga pendidikan di masa depan.

Dekan FIP UM, Dr. Ahmad Yusuf Sobri, menyampaikan bahwa pelibatan dosen luar dalam kuliah ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi tridarma perguruan tinggi. Lebih dari itu, katanya, kegiatan ini memperkuat posisi UM sebagai pelopor pendidikan tinggi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan dalam membangun tata kelola institusi yang damai dan demokratis. “Kami ingin mahasiswa tak hanya unggul dalam hal teori, tapi juga memiliki kemampuan menyelesaikan konflik yang berakar dari dinamika dunia pendidikan,” tegasnya.

Kuliah tamu ini juga menjadi bukti nyata dukungan FIP UM terhadap SDG 4, dengan mendorong peningkatan mutu pengajaran melalui keterlibatan langsung para praktisi dan akademisi lintas kampus. Pada saat yang sama, tema yang diangkat selaras dengan semangat SDG 16, yaitu membangun kelembagaan yang kuat dan tahan terhadap konflik internal, sesuatu yang semakin relevan di tengah kompleksitas manajemen pendidikan saat ini.

Mahasiswa pun merespons antusias. Mereka tak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan menggali strategi konkret penyelesaian konflik yang bisa diterapkan dalam organisasi pendidikan. Di akhir kegiatan, tidak sedikit dari mereka yang menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin, membuka cakrawala baru dalam memahami peran manajerial pendidikan secara utuh.

Dengan menghadirkan pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan interaktif, FIP UM menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dan kelembagaan yang damai bukanlah dua cita-cita terpisah, melainkan dua sisi dari satu misi besar: menciptakan generasi pendidik yang cakap, tangguh, dan berkarakter.

Translate »