Komitmen Departemen Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang dalam mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas kembali ditunjukkan melalui keterlibatan aktif mahasiswanya dalam program magang kolaboratif lintas institusi. Salah satu mahasiswa Retno Nur Cahyo S.P, menjadi representasi nyata kontribusi mahasiswa Administrasi Pendidikan UM dalam kegiatan Pelatihan Etika Komunikasi Pelayanan Publik yang diselenggarakan oleh Polresta Malang Kota p ada Selasa, 29 April 2025.
Bertempat di Ballroom Sanika Satyawada, pelatihan ini diikuti oleh 50 personel kepolisian dari unit-unit pelayanan seperti SPKT, SATLANTAS, dan SATRESKRIM. Acara dimulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, dan bertujuan untuk membekali personel dengan kemampuan komunikasi publik yang efektif, humanis, dan beretika.
Dalam kegiatan ini, Retno Nur Cahyo mengambil peran penting di divisi Sie Acara, memastikan jalannya pelatihan berjalan dengan rapi, tepat waktu, dan komunikatif. Keterlibatannya mencerminkan kemampuan mahasiswa Administrasi Pendidikan dalam mengelola dinamika kegiatan publik secara profesional.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Bagian SDM Polresta Malang Kota, dipimpin oleh KOMPOL Sophia Soegestie Mustary, S.H dan difasilitasi oleh dosen UMM, Ali Roziqin, M.PA, yang menyampaikan materi seputar Etika Komunikasi dan Public Speaking secara interaktif. Pelatihan berlangsung dalam format seminar, diskusi terbuka, serta simulasi langsung, sehingga peserta tak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik pelayanan masyarakat.
Keterlibatan Retno sebagai mahasiswa magang dari Departemen Administrasi Pendidikan UM bukan hanya menjadi pengalaman lapangan, tetapi juga sebagai bukti nyata pembelajaran kontekstual (experiential learning) yang memperkuat soft skills seperti kepemimpinan, komunikasi, serta manajemen acara. Ia juga berkesempatan belajar langsung dari struktur organisasi kepolisian dan dinamika komunikasi institusional secara profesional.
“Pengalaman ini sangat berharga. Saya belajar langsung bagaimana menghadapi struktur organisasi besar seperti POLRI, mengelola acara formal, dan sekaligus menyaksikan pentingnya komunikasi publik dalam membangun kepercayaan masyarakat,” ujar Retno saat diwawancarai usai kegiatan.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi konkret antara pendidikan tinggi dan institusi pelayanan publik, menunjukkan bahwa magang bukan sekadar formalitas akademik, melainkan ruang praktik nyata untuk membentuk keahlian dan karakter mahasiswa. Dengan keterlibatan mahasiswa seperti Retno Nur Cahyo, Departemen Administrasi Pendidikan UM membuktikan diri sebagai pelopor pendidikan transformatif yang mendorong mahasiswanya terlibat aktif dalam pembangunan kualitas pelayanan publik yang inklusif dan berorientasi pada pencapaian SDGs 4.