Lima mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti program Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Dinas Pendidikan Kota Batu selama semester genap 2025. Program ini berlangsung dari 3 Februari hingga 28 Mei 2025 dan berlokasi di Balai Kota Among Tani, Gedung A, Lantai 2, Kota Batu, Jawa Timur.

Peserta magang terdiri dari Husna Al-Abidatul Kholisoh, Ferninda Alviyanti, Intan Salsa Nadhiroh, Khailla Khysma Novalina, dan Laila Anggi Sefiana Kirani, yang ditempatkan pada tiga divisi utama: Perencanaan dan Pelaporan, Umum dan Kepegawaian, serta Keuangan. Mereka terlibat aktif dalam aktivitas administratif seperti pengarsipan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BOSDA, penyusunan surat permohonan pencairan dana BOSDA 2025 untuk jenjang SD dan SMP, penginputan dokumen kepegawaian, serta digitalisasi dokumen perpajakan seperti PPh dan PPN.

Lebih dari sekadar aktivitas kantor, para mahasiswa juga terjun dalam kegiatan lapangan, termasuk sosialisasi regulasi kepegawaian, upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), hingga launching maskot Porprov IX Jawa Timur 2025. Kegiatan ini memberi mereka pemahaman menyeluruh tentang bagaimana sistem birokrasi pendidikan berjalan di tingkat daerah. Pengalaman ini secara langsung mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, karena mahasiswa turut berkontribusi dalam proses administrasi yang menopang layanan pendidikan di Kota Batu.

“Kami dilibatkan secara langsung dalam aktivitas yang benar-benar dijalankan oleh staf dinas. Hal ini memperluas perspektif kami terhadap tanggung jawab pelayanan publik di sektor pendidikan,” ujar Ferninda Alviyanti, salah satu peserta magang.

Selama pelaksanaan magang, para mahasiswa mendapatkan pendampingan dari Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian, Bapak Dwi Jaya, S.E., M.M., bersama mentor divisi, yaitu Ibu Agus Dwijaningtyas, S.M., Ibu Sri Dwi Puji Astutik, S.Pd., dan Ibu Risma Febrina Sari, SAB. Dari pihak kampus, pembimbing akademik adalah Dr. Teguh Triwiyanto, S.Pd., M.Pd., dosen dari Universitas Negeri Malang.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis seperti pengarsipan, pemrosesan data keuangan, dan penggunaan sistem digital administrasi, tetapi juga membentuk etos kerja profesional yang disiplin, kolaboratif, dan bertanggung jawab. Hal ini berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, karena mahasiswa dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja nyata dengan pengalaman yang relevan dan berbasis kebutuhan sektor publik.

“Saya merasa bangga dapat terlibat langsung dalam proses pengelolaan dana pendidikan yang berdampak pada kelancaran layanan sekolah dan siswa. Ini menjadi pengalaman profesional yang sangat berarti,” tutur Husna Al-Abidatul Kholisoh.

Di sisi lain, pelaksanaan magang ini juga mencerminkan pentingnya kemitraan strategis antara institusi pendidikan tinggi dan instansi pemerintahan, yang secara langsung mewujudkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi nyata dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan memperkuat sistem tata kelola pendidikan di daerah.

Dengan pengalaman komprehensif yang diperoleh selama magang, mahasiswa diharapkan mampu membawa dampak lanjutan bagi pengembangan kompetensi profesional, serta memberikan kontribusi strategis bagi peningkatan mutu pendidikan nasional di masa depan.

Translate »