Sebagai bagian dari pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menjalani kegiatan magang di lingkungan pemerintahan daerah, tepatnya di Bakorwil III Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung selama lebih dari empat bulan, mulai dari Senin, 20 Januari hingga Rabu, 4 Juni 2025, dan dilaksanakan secara langsung (luring) setiap hari kerja, dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Magang ini tidak hanya memberikan pengalaman dunia kerja, tetapi juga mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs poin 8: pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Program magang ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam satu kelompok, yaitu Arum Sri Banowati, Delia Nicky Palupi, Dzakiyyatul Maulida, Roselinda Dwi Ardina, Salsabila Ridzka Deya Putri, Salsa Erlis Sovianti, Salwani Ayu Lukmantya, dan Seli Ayunda Ismatul Islam, di bawah bimbingan dosen pembimbing Desi Eri Kusumaningrum serta dua pembimbing lapangan, Wildan Allauddin dan Airin Nurnaningsih.
Selama magang, para mahasiswa ditempatkan di beberapa unit kerja, seperti Record Center, Ruang Tata Usaha, dan Ruang Pemerintahan, yang berada di kantor Bakorwil III Malang, Jl. Simpang Ijen No.2, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Mereka mengerjakan berbagai tugas administratif yang berkaitan dengan pengelolaan arsip aktif dan inaktif, termasuk melakukan input surat ke dalam aplikasi TNDE, scanning dokumen, pencetakan dan penomoran surat keluar, serta menangani arsip kacau yang berisi aset milik Bakorwil.
Selain pengarsipan, beberapa anggota kelompok juga turut serta dalam pelatihan kebencanaan, seperti After Action Review (AAR) dan gladi posko, serta terlibat dalam kegiatan input data surat dinas, dokumentasi rapat, dan pendistribusian surat tugas. Seluruh aktivitas tersebut dilakukan di bawah supervisi pegawai pendamping dan dievaluasi secara rutin oleh pembimbing lapangan untuk memastikan ketercapaian tujuan pembelajaran.
Tujuan utama dari kegiatan magang ini adalah memberikan pengalaman langsung dalam dunia kerja pemerintahan, sekaligus menjadi sarana penerapan ilmu perkuliahan dalam praktik nyata. Mahasiswa tidak hanya belajar tentang prosedur administrasi dan pengelolaan dokumen, tetapi juga mengembangkan keterampilan profesional seperti kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Di sisi lain, mahasiswa diberi ruang untuk berdiskusi dan bertanya, sehingga kegiatan ini tidak hanya bersifat praktik, melainkan juga pembelajaran yang holistik mengenai dinamika kerja di lembaga publik.
Dampak positif dari program magang ini terasa tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi instansi dan masyarakat luas. Mahasiswa memperoleh peningkatan keterampilan administrasi serta kesiapan karier, sedangkan instansi terbantu dalam pengelolaan arsip dan kelancaran proses kerja. Bagi masyarakat, arsip yang tersusun rapi membantu mewujudkan pelayanan publik yang transparan, cepat, dan akuntabel. Lebih dari itu, hubungan harmonis antara pegawai, mahasiswa magang, dan masyarakat turut memperkuat lingkungan kerja yang suportif dan bertanggung jawab secara sosial.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja yang layak, namun juga berkontribusi pada efisiensi birokrasi dan pembangunan kelembagaan. Ini sejalan dengan semangat SDGs 8, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui penciptaan pengalaman kerja yang bermakna, produktif, dan relevan bagi generasi muda.