Sebagai wujud kontribusi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan, mahasiswa Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) terlibat langsung dalam kegiatan pelatihan pengendalian massa (Dalmas) yang diselenggarakan oleh Polres Batu pada Rabu, 30 April 2025 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Polres Batu, Jl. AP III Katjoeng Permadi, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, dan menjadi bagian dari persiapan menjelang peringatan Hari Buruh.

Dalam latihan ini, mahasiswa UM yaitu Nabila Dinda Qofifa, Natasya Sabrina Agvi Azriella Ratzlaff (220131609868), dan Na’iimatus Sholichah (220131600777) memainkan peran penting sebagai bagian dari simulasi massa. Mereka terlibat langsung dalam proses pembentukan skenario kerusuhan, menjadi bagian dari massa yang dihadapi oleh pasukan Dalmas dalam simulasi penanganan situasi darurat. Keterlibatan ini menjadi pengalaman unik dan edukatif bagi para mahasiswa, terutama dalam memahami prosedur penanganan konflik sosial oleh aparat keamanan secara langsung dan profesional.

Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan pengarahan oleh Kapolres dan Wakapolres Batu, dilanjutkan dengan pemaparan materi teori mengenai prinsip-prinsip pengendalian massa, komunikasi dalam konflik, serta hukum yang berlaku. Setelah itu, peserta pelatihan terdiri dari personel Polres Batu dan mahasiswa magang melakukan praktik pembentukan formasi Dalmas, penggunaan perlengkapan seperti tameng dan helm, hingga latihan teknik bertahan dan mendorong mundur massa. Puncak kegiatan berupa simulasi lapangan, menggambarkan eskalasi situasi unjuk rasa hingga penanganan massa anarkis dengan pendekatan negosiasi, pengamanan fasilitas vital, dan pembubaran massa secara terukur.

Sebagai mahasiswa Administrasi Pendidikan, keterlibatan mereka tidak hanya menunjukkan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga kedisiplinan, kemampuan kerja tim, serta kesadaran akan pentingnya keamanan dan keteraturan dalam penyelenggaraan kegiatan sosial. Pengalaman ini menjadi bekal penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan yang adaptif, sekaligus memperluas wawasan mereka terhadap mekanisme kerja instansi kepolisian.

Dampak dari kegiatan ini dirasakan di berbagai sisi. Dari sisi pendidikan, mahasiswa memperoleh pembelajaran langsung yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas. Dari sisi masyarakat, latihan ini meningkatkan kepercayaan publik terhadap kesiapan dan profesionalisme aparat keamanan. Dalam konteks lingkungan, simulasi yang terstruktur mampu mengedukasi pentingnya pengendalian massa tanpa merusak fasilitas publik. Sementara bagi institusi Polres Batu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi internal dan meningkatkan citra positif di mata masyarakat.

 Dengan semangat belajar yang tinggi dan partisipasi aktif dalam kegiatan lintas sektoral, mahasiswa Administrasi Pendidikan UM tidak hanya berkontribusi pada praktik pembelajaran nyata, tetapi juga mendukung terciptanya masyarakat yang aman, tertib, dan sadar hukum sejalan dengan nilai-nilai SDGs 3.

Translate »