Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang sedang menjalankan program magang di Dinas Pendidikan Kota Bogor turut berkontribusi langsung dalam pendampingan penyusunan perangkat kurikulum, pengelolaan data, serta penguatan implementasi Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini mendukung pencapaian SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, sejalan dengan visi Departemen Administrasi Pendidikan UM untuk mewujudkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Program magang ini dilaksanakan di Bidang Pembinaan Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bogor, beralamat di Jalan Pajajaran No.125, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Setiap hari kerja, Senin hingga Jumat pukul 08.00–16.00 WIB, mahasiswa terlibat aktif mendampingi tim kurikulum.

Sebagai pendamping teknis, mahasiswa membantu proses identifikasi kebutuhan perangkat ajar, pengolahan data sekolah binaan dengan perangkat digital, serta penyusunan laporan evaluasi. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengikuti observasi lapangan di sekolah-sekolah binaan dua kali sebulan, serta mendukung pelaksanaan rapat koordinasi dan pelatihan peningkatan kompetensi guru yang diadakan rutin setiap bulan.

Menurut pembimbing lapangan Bidang Kurikulum Disdik Kota Bogor, kehadiran mahasiswa magang memberi kontribusi positif bagi kelancaran kerja tim kurikulum. Kepala sekolah dan guru dari sekolah binaan pun memperoleh manfaat berupa penguatan pendampingan implementasi Kurikulum Merdeka yang lebih terstruktur.

Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis manajemen administrasi pendidikan. Melalui magang, mahasiswa belajar memahami bagaimana kebijakan kurikulum dijalankan, dikelola, dan dievaluasi di tingkat satuan pendidikan.

Harapannya, pendampingan intensif ini berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran di sekolah, memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran adaptif, serta mendorong lahirnya inovasi pembelajaran yang sesuai kebutuhan peserta didik di era Kurikulum Merdeka.

Dengan terjun langsung mendukung tugas strategis Dinas Pendidikan, mahasiswa UM membuktikan bahwa sinergi akademik dan praktik lapangan dapat menjadi motor penggerak mewujudkan Pendidikan Berkualitas sesuai amanat SDGs 4.

Translate »