Rangkaian kegiatan CASTLE 2025 kembali menghadirkan sesi inspiratif yang membekali mahasiswa baru dengan wawasan tentang pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi sebagai modal berharga untuk masa depan. Dalam sesi bertajuk “Memanfaatkan Privilege sebagai Mahasiswa”, Luqman Fakhrul Hakim menekankan bahwa berada di bangku kuliah bukan sekadar status, melainkan peluang yang harus dioptimalkan untuk mengenali, mengembangkan, dan menunjukkan potensi diri.

Di awal pemaparan, Luqman mengajak peserta merefleksikan bahwa tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Oleh sebab itu, setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk menjadikan pengalaman kuliah sebagai sarana bertumbuh. Menurutnya, privilege mahasiswa bukan hanya soal akses terhadap ilmu, melainkan juga ruang untuk bereksperimen, membangun jaringan, serta melatih kepemimpinan dan kreativitas.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa mengenali potensi diri menjadi langkah pertama dalam perjalanan perkuliahan. Bakat dan minat, yang sering kali terabaikan, justru bisa menjadi fondasi untuk karier dan kontribusi sosial di masa depan. Dengan memahami keunikan masing-masing, mahasiswa dapat lebih fokus dalam mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan kekuatan pribadinya. Luqman kemudian memberikan strategi konkret tentang bagaimana mahasiswa bisa mengembangkan diri, mulai dari bergabung dengan organisasi, mengikuti kompetisi, hingga mencari kesempatan riset dan pengabdian masyarakat.

Sesi ini juga menyoroti bagaimana menjadi mahasiswa aktif, kreatif, dan kompetitif bukan berarti harus selalu unggul dalam segala hal, melainkan mampu menciptakan nilai tambah di setiap kesempatan. Aktivitas di dalam maupun luar kampus, menurutnya, harus dipandang sebagai ruang belajar yang memperkaya pengalaman sekaligus membangun kepercayaan diri. Ia menekankan bahwa keberanian untuk mengambil peran, berinovasi, dan berkolaborasi akan menentukan seberapa besar mahasiswa mampu memanfaatkan privilege pendidikan yang dimilikinya.

Kontribusi sesi ini terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas sangat nyata. Dengan mendorong mahasiswa untuk mengoptimalkan kesempatan belajar, mengembangkan potensi, serta menciptakan budaya akademik yang inklusif dan produktif, CASTLE 2025 secara langsung mendukung visi global dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Tidak hanya menekankan aspek akademik, namun juga pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang sesi berlangsung. Banyak mahasiswa baru yang merasa termotivasi untuk lebih berani mengeksplorasi potensi mereka dan tidak menyia-nyiakan kesempatan menjadi bagian dari komunitas akademik di Universitas Negeri Malang. Melalui materi ini, CASTLE 2025 kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan kegiatan yang bukan sekadar orientasi, melainkan juga investasi jangka panjang bagi mahasiswa baru membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga adaptif, kreatif, dan siap berkontribusi.

Translate »