Dalam rangka menyiapkan mahasiswa baru agar siap bersaing di dunia profesional yang semakin terdigitalisasi Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang menghadirkan sesi praktis bertajuk “LinkedIn: Langkah Awal Menuju Karier Profesional di Era Digital”. Sesi ini dipandu oleh Shintia Ira Claudia, seorang jurnalis sekaligus content creator yang aktif di akun @ppgkemendikdasmen, dan menjadi salah satu rangkaian penting CASTLE 2025 yang diikuti oleh 210 mahasiswa baru.

Shintia membuka sesi dengan menggarisbawahi pentingnya kompetensi digital sebagai bagian tak terpisahkan dari persiapan karier masa kini. Menurutnya, memiliki akun LinkedIn yang terstruktur rapi dan berisi konten relevan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis untuk membangun jejak profesional sejak dini. Ia menekankan bahwa platform profesional seperti LinkedIn memberi peluang bagi mahasiswa untuk memperlihatkan kemampuan, membangun jaringan, dan mengakses informasi kesempatan magang atau pekerjaan yang sering kali tidak tampak di kanal lain.

Secara praktik, Shintia membimbing peserta melalui langkah demi langkah pengisian profil LinkedIn agar memiliki daya tarik profesional. Mulai dari memilih foto profil dan headline yang komunikatif, merangkai ringkasan diri yang padat namun otentik, mencatat pengalaman akademik atau organisasi yang relevan, sampai menulis keterampilan (skills) dan rekomendasi yang mendukung kredibilitas. Ia juga menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan fitur seperti penambahan media (contoh portofolio atau tugas), menautkan publikasi sederhana, serta mengatur privasi dan URL profil agar mudah dibagikan dalam konteks profesional. Selain teknis profil, Shintia mengajak peserta berpikir soal strategi konten: berbagi proses belajar, refleksi atas proyek organisasi, hingga keterlibatan diskusi profesional sebagai cara membangun reputasi bertahap.

Nuansa humanis terus hadir sepanjang sesi ketika Shintia mengingatkan bahwa membangun profil profesional bukan berarti kehilangan keaslian. Ia mendorong mahasiswa untuk mengekspresikan minat dan nilai-nilai mereka, sehingga jaringan yang terbentuk bukan hanya kuantitas koneksi, melainkan kualitas relasi yang relevan. Peserta pun diajak langsung mempraktikkan pengisian profil; suasana menjadi interaktif ketika beberapa mahasiswa mencoba menulis ringkasan singkat dan mendapatkan masukan langsung dari pemateri.

Keterkaitan sesi ini dengan SDG 8 terlihat jelas pada upaya memperbesar akses dan kemampuan generasi muda untuk memperoleh pekerjaan layak dan berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi. Dengan membekali mahasiswa keterampilan personal branding digital, akses jaringan profesional, dan kemampuan mempresentasikan kompetensi, kampus membantu mengurangi kesenjangan antara dunia akademik dan pasar kerja. Langkah sederhana seperti memiliki profil LinkedIn yang informatif atau kemampuan menulis posting profesional dapat membuka peluang magang, proyek kolaborasi, dan akhirnya jalur karier yang lebih jelas.

Di luar aspek teknis, sesi ini juga menekankan kesiapan mental menghadapi dunia kerja digital bagaimana bersikap profesional dalam interaksi online, membangun citra yang konsisten, dan menggunakan platform untuk belajar terus-menerus. Dengan pendekatan yang aplikatif dan hangat, kegiatan CASTLE 2025 bersama Shintia memberikan mahasiswa bekal nyata bukan sekadar akun yang rapi, tetapi pemahaman strategis tentang bagaimana memulai perjalanan profesional sejak bangku kuliah.

Penutup sesi menegaskan komitmen HMD AP dan Universitas Negeri Malang untuk terus menghadirkan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan zaman. CASTLE 2025 memperlihatkan bahwa adaptasi mahasiswa baru tidak hanya soal pengenalan kampus, tetapi juga persiapan karier yang berkelanjutan sebuah kontribusi kecil namun signifikan untuk mewujudkan tujuan pembangunan yang lebih luas, khususnya pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

 

Translate »