Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan (HMD AP) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Creating Awareness, Supporting Transition, and Leading Engagement (CASTLE 2025) sebagai bagian dari rangkaian Latihan Keterampilan Manajemen Organisasi (LKMO). Kegiatan yang diikuti oleh 210 mahasiswa baru ini menjadi sarana pembekalan awal untuk membangun karakter, kepemimpinan, sekaligus keterampilan dasar manajemen diri yang dibutuhkan sejak memasuki dunia perkuliahan.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini menghadirkan Naufal Asyraf Hamid, S.Pd. yang membawakan materi bertajuk “Dari To-Do List Menuju Target yang Realistis.” Materi ini mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya mengenal berbagai metode manajemen waktu, tetapi juga memahami pentingnya keseimbangan antara akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi. Dalam paparannya, Naufal menyoroti fenomena yang kerap dialami mahasiswa baru: ambisi tinggi, ekspektasi diri, serta tekanan sosial akademik yang jika tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada burnout.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemampuan menetapkan target realistis adalah kunci untuk menjalani kehidupan perkuliahan yang sehat. “Sering kali kita membuat daftar panjang to-do list tanpa mempertimbangkan kapasitas diri. Akibatnya, bukan hanya tugas yang tidak selesai, tapi juga kesehatan mental terganggu. Belajar untuk mengenali batas diri, tahu kapan harus produktif dan kapan harus istirahat, adalah langkah awal menjaga kesejahteraan selama kuliah,” ungkap Naufal dalam sesi seminar.
Selain membahas teknik manajemen waktu seperti time blocking dan Eisenhower Matrix, Naufal juga menekankan peran penting self-care. Menurutnya, mahasiswa harus belajar berkata “tidak” pada distraksi, membangun rutinitas sehat, serta meluangkan waktu untuk istirahat yang berkualitas. Dengan disiplin dan konsistensi, mahasiswa baru dapat mengembangkan pola hidup berkelanjutan yang mendukung pencapaian akademik sekaligus menjaga kesehatan mental.
Suasana seminar berlangsung interaktif. Mahasiswa baru tampak antusias saat diajak menyusun rencana manajemen waktu pribadi, mulai dari menuliskan target mingguan, menetapkan prioritas, hingga mengevaluasi kembali kesesuaiannya dengan kondisi nyata. Melalui sesi ini, mereka tidak hanya mendapat teori, tetapi juga pengalaman langsung merancang strategi yang bisa diterapkan segera dalam kehidupan sehari-hari.
Kontribusi CASTLE 2025 terhadap SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) tampak jelas dari materi yang dibawakan. Kesehatan mahasiswa bukan hanya soal fisik, tetapi juga kesejahteraan mental dan emosional yang sangat dipengaruhi oleh cara mereka mengatur waktu, mengelola tekanan, serta menjaga keseimbangan hidup. Dengan memberikan pemahaman mengenai tanda-tanda burnout, strategi mengatasinya, dan pentingnya waktu istirahat, kegiatan ini menjadi langkah preventif untuk memastikan mahasiswa baru dapat menjalani kehidupan akademik yang produktif tanpa mengorbankan kesehatan.
CASTLE 2025 membuktikan bahwa pembekalan mahasiswa baru tidak hanya berhenti pada pengenalan kampus dan organisasi, tetapi juga harus menyentuh aspek fundamental kesejahteraan individu. Melalui sesi bersama Naufal Asyraf Hamid, mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan diarahkan untuk menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga tangguh menghadapi tekanan, sehat secara mental, serta konsisten menjaga kualitas hidup.
Dengan pendekatan yang humanis dan aplikatif, kegiatan ini menegaskan peran Universitas Negeri Malang dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 3. CASTLE 2025 menjadi bukti nyata bahwa kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa adalah pondasi utama untuk mencetak generasi penerus bangsa yang resilien, inovatif, dan berdaya saing.