Departemen Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang kembali menghadirkan inovasi orientasi mahasiswa baru melalui kegiatan CASTLE 2025 (Creating Awareness, Supporting Transition, and Leading Engagement). Kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan fokus pada pembentukan karakter, kompetensi akademik, dan kesiapan menghadapi era global.
CASTLE 2025 diikuti oleh 210 mahasiswa baru angkatan 2025 dan diselenggarakan dalam dua rangkaian utama. Tahap pertama, CASTLE Insight, berlangsung pada 13–14 September 2025 bertempat di GKB D6 Fakultas Ilmu Pendidikan UM. Rangkaian ini menghadirkan berbagai materi seperti manajemen waktu, keseimbangan akademik, penguatan karakter, digital competence, pengenalan TPKI, serta strategi pengelolaan emosi. Seluruh materi dikemas secara interaktif untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi dunia perkuliahan dan perkembangan zaman.
Tahap kedua, CASTLE Explore, dilaksanakan pada 27–28 September 2025 di Dusun Sahabat Alam, Karangploso. Kegiatan ini dirancang untuk menguatkan kerja tim, kepemimpinan, kemandirian, dan sensitivitas sosial melalui dinamika lapangan dan aktivitas kolaboratif. Sistem kelompok diterapkan guna menanamkan nilai suportif, kreatif, dan kritis pada peserta.
Program ini diprakarsai dan dilaksanakan oleh fungsionaris Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan (HMD AP UM) bersama panitia terpilih, serta melibatkan dukungan dari dosen, ketua departemen, jajaran pembina, dan pembimbing organisasi. Kolaborasi ini menunjukkan sinergi antara mahasiswa dan sivitas akademika dalam menciptakan kegiatan edukatif yang berkelanjutan.
CASTLE 2025 tidak hanya berfungsi sebagai ajang pengenalan akademik, tetapi juga sebagai ruang pembentukan identitas, karakter kokoh, dan kesiapan mahasiswa untuk berdaya saing. Nilai-nilai seperti kritikal, kreatif, suportif, dan adaptif menjadi pondasi utama yang ditanamkan melalui penugasan, sesi materi, dan aktivitas kelompok.
Dengan mengintegrasikan pengembangan soft skills, pemahaman diri, dan wawasan kebangsaan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan Departemen Administrasi Pendidikan terhadap pencapaian SDG 4, khususnya dalam menciptakan pendidikan inklusif, relevan, dan berdaya saing bagi generasi muda.