Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang, Wildan Darma Setiawan, menghadirkan sebuah inovasi digital bernama APLIB (Administrasi Pendidikan e-Library) dalam upaya memperkuat kualitas layanan perpustakaan dan mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
Pengembangan aplikasi ini berangkat dari kebutuhan riil di perpustakaan Departemen Administrasi Pendidikan yang selama ini masih mengandalkan sistem pencatatan manual. Kondisi tersebut kerap menghambat mahasiswa dalam mengakses informasi koleksi, memperlambat proses peminjaman buku, serta menyulitkan pengelolaan data pustaka. Melihat urgensi tersebut, Wildan mengembangkan APLIB sebagai sistem digital terpadu yang mampu mempercepat layanan dan meningkatkan efisiensi kerja perpustakaan.
Inovasi ini dikembangkan melalui model penelitian dan pengembangan ADDIE, mulai dari analisis kebutuhan, perancangan, hingga uji coba pada pengguna langsung yang melibatkan ahli media, ahli materi, admin perpustakaan, dan mahasiswa Departemen AP UM. Hasil validasi menunjukkan bahwa APLIB tergolong “sangat layak” dengan persentase kelayakan di atas 90%, memperlihatkan kualitas produk yang siap diimplementasikan.
APLIB dibekali fitur unggulan seperti katalog digital, pencarian cepat, manajemen peminjaman dan pengembalian, laporan otomasi, serta notifikasi WhatsApp yang membantu mengingat batas waktu peminjaman. Seluruh data tersimpan dengan aman dan sistematis melalui platform AppSheet yang memudahkan pengembangan lanjutan di masa mendatang.
Uji operasional aplikasi dilakukan langsung di perpustakaan Departemen Administrasi Pendidikan FIP UM sebagai bagian dari implementasi nyata dalam ruang lingkup akademik kampus. Inovasi ini sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa Administrasi Pendidikan tidak hanya memiliki kompetensi di bidang tata kelola dan layanan, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi sebagai tuntutan era digitalisasi pendidikan.
Wildan berharap, APLIB dapat diadopsi secara berkelanjutan dan diperluas cakupannya bukan hanya di lingkungan departemen, tetapi juga pada satuan pendidikan lain di UM bahkan daerah yang membutuhkan digitalisasi layanan perpustakaan. Selain itu, APLIB diyakini mampu memperkuat akses literasi, menumbuhkan budaya baca, serta menghadirkan pengalaman belajar yang lebih inklusif dan efisien bagi mahasiswa.
Sebagai karya inovatif mahasiswa akhir, APLIB menjadi bukti kontribusi nyata Departemen Administrasi Pendidikan dalam memajukan tata kelola pendidikan dan menghadirkan solusi cerdas untuk mendukung pembelajaran sepanjang hayat.