Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui skema Pertukaran Mahasiswa Mandiri (PMM Mandiri) menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa serta memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi di Indonesia. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDGs poin 17 mengenai kemitraan untuk pembangunan.
Salah satu peserta PMM Mandiri adalah Satya Eka Pangestu, mahasiswa S1 Manajemen Pendidikan angkatan 2023, yang mengikuti program di Universitas Brawijaya (UB) selama periode September hingga Desember. Melalui skema MBKM, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar di lingkungan akademik yang berbeda, baik dari sisi budaya kampus, pendekatan pembelajaran, maupun karakter keilmuan.
“Sebenarnya saya tidak terlalu tertarik karena ditunjuk langsung, dan sempat kaget saat awal mengikuti program ini,” ujar Satya.
Dalam pelaksanaannya, PMM Mandiri memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih fleksibel, sejalan dengan semangat MBKM yang menekankan kebebasan belajar dan pengembangan kompetensi nonteknis. Iklim pembelajaran yang lebih terbuka di UB memungkinkan mahasiswa mengembangkan kemandirian, kemampuan adaptasi, serta keterampilan sosial sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual.
Secara akademik, program ini turut memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap lintas disiplin ilmu, khususnya dalam bidang kewirausahaan dan administrasi publik. Hal tersebut mendukung penguatan kapasitas mahasiswa sebagai calon lulusan yang adaptif dan siap berkontribusi dalam pembangunan, selaras dengan SDGs poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak.
“Secara akademik saya mendapatkan banyak hal, terutama wawasan kewirausahaan dan sudut pandang baru dari rumpun administrasi publik,” tambahnya.
Selain manfaat akademik, PMM Mandiri juga menjadi ruang refleksi terhadap implementasi kebijakan MBKM. Pemerataan mitra perguruan tinggi serta penyesuaian mekanisme seleksi peserta dinilai penting agar tujuan inklusivitas dan keberlanjutan program dapat tercapai secara optimal.
Melalui PMM Mandiri, kebijakan MBKM tidak hanya menghadirkan mobilitas mahasiswa, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.