Tim dosen dan mahasiswa Program Studi S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, pada Senin (4/5/2026). Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas satuan pendidikan dasar dalam mengelola mutu pendidikan secara sistematis, akuntabel, dan berkelanjutan. Pelatihan ini melibatkan akademisi dan praktisi pendidikan dengan fokus pada penguatan pemahaman serta implementasi SPMI berbasis data di lingkungan sekolah dasar.
Kegiatan berlangsung di SDN 4 Dampit dan diikuti oleh 101 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan operator sekolah dari berbagai SD di Kecamatan Dampit. Workshop dirancang secara partisipatif dengan pendekatan praktik langsung dalam pengelolaan data pendidikan, analisis mutu, serta penyusunan rencana tindak lanjut berbasis hasil evaluasi internal. Para peserta dibimbing untuk memahami pentingnya integrasi data dalam siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) sebagai fondasi utama implementasi SPMI. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan pemanfaatan platform digital sebagai instrumen pengumpulan dan analisis data guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat dan terukur.
Dampak langsung dari kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kesadaran dan kompetensi peserta dalam mengelola mutu pendidikan berbasis data. Hal ini berkontribusi secara eksplisit terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Melalui penguatan SPMI, sekolah diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, akuntabilitas kinerja, serta keberlanjutan peningkatan mutu pendidikan di tingkat satuan pendidikan dasar. Kata kunci yang muncul dalam kegiatan ini antara lain: pendidikan inklusif, kemitraan pendidikan, pelatihan guru, dan sumber daya pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Raden Bambang Sumarsono, M.Pd dan Dr. Sunarni, M.Pd menyampaikan, “Dengan data yang kuat, keputusan yang diambil tidak lagi berbasis asumsi, tetapi berdasarkan analisis yang jelas dalam penilaian mutu internal.” Pernyataan ini menegaskan pentingnya literasi data dalam praktik manajemen pendidikan modern. Ke depan, diharapkan kegiatan ini tidak berhenti pada tahap pelatihan semata, melainkan berlanjut pada program tindak lanjut melalui kerja sama berkelanjutan serta monitoring dampak kegiatan secara langsung, guna memastikan implementasi SPMI berjalan optimal di sekolah-sekolah sasaran demi terwujudnya pendidikan berkualitas yang berkelanjutan.