Mahasiswa Program Doktor Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SD Negeri 3 Toyomarto pada Senin (4/5/2026). Kegiatan bertema “Inovasi Manajemen Pendidikan yang Berdampak” ini bertujuan untuk memperkuat budaya mutu sekolah, mendorong inovasi pendidikan, serta membangun kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha. Pengabdian ini menjadi bagian dari upaya nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas dan kemitraan strategis.
Kegiatan menghadirkan tiga sesi penyampaian materi utama yang saling melengkapi. Sesi pertama membahas strategi membangun budaya kualitas sekolah yang disampaikan oleh Prof. Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd., M.Si. Sesi kedua mengangkat dinamika dan problematika pendidikan di lapangan oleh Muhammad Ana Zamzami. Sesi ketiga memperkenalkan Si Lipan (Sistem Lumbung Inovasi Pendidikan), sebuah inovasi nasional karya Zakki Fitroni, M.Pd., yang telah berhasil menggerakkan ratusan karya inovatif siswa di berbagai sekolah. Diskusi berlangsung hangat dan partisipatif dengan melibatkan berbagai unsur: Pengawas SD Dinas Pendidikan Singosari, Manajer PTPN 12 Kebun Teh Wonosari, kepala sekolah, guru, hingga wali murid SDN 3 Toyomarto. Para peserta aktif berbagi pengalaman mengenai tantangan pendidikan di lapangan serta menyampaikan gagasan kolaboratif dalam meningkatkan kualitas sekolah.
Kegiatan ini memberikan dampak langsung pada peningkatan kapasitas sekolah dalam mengelola mutu pendidikan, memperkuat inovasi pembelajaran, serta membangun ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan. Secara eksplisit, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penguatan budaya mutu, pelatihan guru, akses pembelajaran inovatif, dan pengembangan kapasitas sekolah. Kata kunci yang muncul antara lain: pendidikan inklusif, kemitraan pendidikan, pelatihan guru, sumber daya pendidikan. Selain itu, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan (Dinas Pendidikan, PTPN, sekolah, orang tua, dan perguruan tinggi) mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) dengan mewujudkan kolaborasi berkelanjutan, pertukaran pengetahuan, aksi kolektif, dan penguatan kapasitas. Sinergi antara sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha dinilai mampu memperkuat kualitas layanan pendidikan serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Prof. Dr. H. Achmad Supriyanto, M.Pd., M.Si. selaku narasumber utama menyampaikan, “Kolaborasi antara faktor pendidikan merupakan inovasi manajemen yang paling murah sekaligus paling berdampak bagi kemajuan pendidikan. Sinergi lintas sektor adalah kunci terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.” Ke depan, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan satu hari, melainkan dilanjutkan dengan program pendampingan rutin, monitoring dampak, serta pengembangan roadmap keberlanjutan yang melibatkan seluruh mitra untuk memastikan implementasi budaya mutu dan inovasi pendidikan berjalan optimal di SDN 3 Toyomarto dan sekolah-sekolah lainnya di wilayah Singosari.