Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang menyelenggarakan Seminar Nasional “TQM Integrated: Kolaborasi Mahasiswa Menuju Pemikiran Unggul Berdaya Saing Global” pada Kamis, 14 Mei 2026, bertempat di Gedung Aula D3 FIP UM Lantai 2. Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, akademisi, serta praktisi pendidikan dalam upaya membangun budaya akademik berbasis Total Quality Management (TQM) di perguruan tinggi. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kolaborasi akademik, serta membentuk mahasiswa yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing global melalui pendidikan berkualitas dan budaya akademik unggul. Seminar ini diikuti oleh 145 peserta yang terdiri dari mahasiswa S1 dan S2 Manajemen Pendidikan FIP UM, serta seluruh rangkaian acara dipanitiai oleh mahasiswa S1 dan S2 Manajemen Pendidikan FIP UM sebagai wujud nyata pengembangan kepemimpinan dan kolaborasi lintas jenjang.

Seminar nasional ini menghadirkan dua narasumber utama: Prof. Dr. Drs. H. Achmad Supriyanto, M.Pd., M.Si. (UM) dengan materi “Strategi Membangun Budaya Akademik Berbasis Total Quality Management di Perguruan Tinggi” serta Dr. Muhammed Nazmul Hoque dari University Technology MARA Malaysia dengan materi “Mastering Your Potential: Student Success”. Prof. Achmad Supriyanto menjelaskan pentingnya implementasi TQM yang berorientasi pada kualitas, continuous improvement, keterlibatan seluruh sivitas akademika, serta pembentukan lulusan yang mampu bersaing di era global. Dr. Muhammed Nazmul Hoque menyampaikan pentingnya pengembangan pola pikir positif, komunikasi efektif, manajemen waktu, pembelajaran aktif, dan ketekunan mahasiswa sebagai fondasi keberhasilan akademik dan karier global.

Selain sesi pemaparan, seminar juga menampilkan presentasi hasil observasi lapangan dari lima kelompok mahasiswa S1 Manajemen Pendidikan, mencakup topik: implementasi disiplin berbasis TQM di SMPN 28 Malang; kepuasan pelanggan di kalangan mahasiswa UM; pemanfaatan media digital dan inovasi e-repository di SDN Tunggulwulung 3; kepemimpinan kepala sekolah dalam TQM di SMKN 3 Malang; serta peran kepala sekolah dalam penerapan TQM di MTs Surya Buana Malang. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, brainstorming, dan tanya jawab yang mendorong mahasiswa berpikir kritis serta memperkuat budaya belajar kolaboratif. Seluruh rangkaian acara dikelola oleh panitia mahasiswa S1 dan S2 Manajemen Pendidikan, yang juga berperan dalam memfasilitasi diskusi dan dokumentasi kegiatan.

Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan kualitas pendidikan dan budaya akademik di perguruan tinggi. Dari sisi pendidikan, seminar meningkatkan wawasan mahasiswa tentang pentingnya pendidikan berkualitas, pembelajaran sepanjang hayat, komunikasi efektif, budaya disiplin, serta budaya akademik berbasis mutu. Dari sisi sosial dan kelembagaan, seminar memperkuat kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa, dosen, institusi pendidikan, dan akademisi internasional dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Secara eksplisit, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan akses pembelajaran, penguatan kompetensi mahasiswa, pengembangan budaya akademik profesional, serta kemitraan pendidikan yang tercermin dalam kata kunci pendidikan inklusif, kemitraan pendidikan, akses pembelajaran, pelatihan guru, dan sumber daya pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penguatan inovasi pendidikan, pengembangan sistem akademik berbasis kualitas, serta penelitian dan pengembangan (seperti presentasi hasil observasi lapangan) dengan kata kunci inovasi, penelitian dan pengembangan, serta ketahanan industri pendidikan. Tidak ketinggalan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan turut didukung melalui kolaborasi antara Universitas Negeri Malang dan akademisi internasional dari Malaysia, serta kemitraan lintas pemangku kepentingan yang diwujudkan dalam kemitraan global, pertukaran pengetahuan, kolaborasi berkelanjutan, aksi kolektif, dan kerja sama internasional.

Prof. Dr. Drs. H. Achmad Supriyanto, M.Pd., M.Si. menyampaikan, “Budaya akademik berbasis Total Quality Management harus menjadi fondasi utama dalam membangun perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing global. Keterlibatan aktif mahasiswa dalam budaya kualitas akan menciptakan lulusan yang kompeten, berintegritas, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat global.” Dr. Muhammed Nazmul Hoque menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh kemampuan mengembangkan pola pikir positif, komunikasi yang efektif, serta kemauan untuk terus belajar dan bertumbuh. “To master your potential, you must believe that growth comes through continuous effort, effective communication, and a willingness to learn beyond the classroom. Success is not about being perfect; it is about being consistent, curious, and committed to improving yourself every day,” ungkapnya. Ke depan, diharapkan Seminar Nasional TQM Integrated dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari roadmap penguatan budaya akademik di Departemen Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang, sehingga kolaborasi akademik, inovasi pendidikan, dan pengembangan kualitas mahasiswa terus berkembang untuk mendukung terciptanya generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Translate »