Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (UM) sukses menyelenggarakan program penguatan kewirausahaan bertajuk “ASTRApreneur 2026”. Kegiatan seminar nasional ini melibatkan mahasiswa aktif jenjang D3, D4, dan S1 serta masyarakat umum sebagai peserta. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan pada generasi muda, mendorong mahasiswa agar berpikir kreatif, inovatif, dan adaptif dalam melihat peluang usaha, serta menghadirkan ruang inspirasi bagi lahirnya ide-ide bisnis yang berdampak positif bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan pola pikir wirausaha yang tangguh dan siap menghadapi tantangan ekonomi di era digital. Selain itu, ASTRApreneur menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi yang telah berpengalaman dalam dunia bisnis.

Rangkaian kegiatan utama dilaksanakan secara luring pada Jumat, 8 Mei 2026 bertempat di Amphitheater 1 Malang Creative Center (MCC). Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Dr. H. Sultoni, M.Pd. , Dosen Universitas Negeri Malang sekaligus Owner Indocakti Group, serta H. Andy Nur Rohman, S.I.Pust. , Founder dan Owner Mbok Surip Group. Para peserta memperoleh wawasan mengenai pembentukan mindset kewirausahaan, pentingnya ketahanan mental dalam menghadapi tantangan bisnis, serta strategi memanfaatkan platform digital seperti TikTok dan Instagram sebagai sarana pemasaran. Tidak hanya berhenti pada pemberian materi, kegiatan ini juga dilanjutkan melalui program keberlanjutan berupa Open Jastip, sebagai wadah implementasi nyata untuk membantu mempromosikan dan menjual produk milik mahasiswa. Program tersebut menjadi langkah konkret dalam mendukung pengembangan usaha mahasiswa secara berkelanjutan.

Dari aspek dampak sosial dan tata kelola, ASTRApreneur berhasil mendorong peserta untuk lebih percaya diri dalam memulai usaha dan mengurangi berbagai hambatan mental seperti rasa takut gagal, overthinking, serta keraguan dalam mengambil langkah pertama. Melalui program Open Jastip, mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan pemasaran dan membangun jejaring bisnis yang lebih luas. Secara eksplisit, kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui indikator-indikator berikut: mendorong pekerjaan layak bagi wirausaha muda, menciptakan inklusi ekonomi melalui keterlibatan mahasiswa dari berbagai latar belakang, menghadirkan program kerja mahasiswa berupa Open Jastip, membuka lapangan kerja lokal potensial dari usaha yang dirintis, serta memperkuat ketenagakerjaan pemuda dengan membekali keterampilan kewirausahaan. Kehadiran program ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan berdaya saing. Dengan demikian, ASTRApreneur tidak hanya menjadi kegiatan edukatif, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Dr. H. Sultoni, M.Pd. selaku Dosen Universitas Negeri Malang sekaligus Owner Indocakti Group menyampaikan, “Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga perlu menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Ketahanan mental, kreativitas, dan keberanian mengambil peluang merupakan bekal utama dalam membangun usaha yang berkelanjutan.” Sejalan dengan itu, H. Andy Nur Rohman, S.I.Pust. , Founder Mbok Surip Group, menegaskan bahwa “modal terbesar dalam membangun usaha saat ini bukan hanya uang, melainkan perhatian, konsistensi, dan kepercayaan yang dibangun kepada pelanggan.” Menutup rangkaian kegiatan, panitia menyampaikan harapan keberlanjutan agar semangat kewirausahaan yang ditanamkan melalui ASTRApreneur 2026 terus berkembang. Program Open Jastip diharapkan mampu menjadi inkubator bisnis mahasiswa yang berkelanjutan dan memberikan ruang praktik bagi peserta untuk mengembangkan usahanya. Ke depan, kegiatan ini akan dilengkapi dengan roadmap tahunan yang mencakup pendampingan usaha, akses permodalan, serta pameran produk mahasiswa guna menciptakan ekosistem kewirausahaan mahasiswa yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Translate »