Program Studi S1 Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan melalui partisipasi mahasiswa pada program Student Outbound Mobility – Global Immersion Experience (UM GIE) Summer Course 2026. Program ini diikuti oleh mahasiswa S1 Manajemen Pendidikan UM, di antaranya Fatma Jaza Al Husna dan Satya Eka Pangestu, yang berkolaborasi dengan World Citi Colleges (WCC) di Quezon City, Filipina, serta mahasiswa internasional dari FPT University, Vietnam. Keikutsertaan mahasiswa dalam program tersebut bertujuan untuk memperluas wawasan global, meningkatkan kompetensi akademik dan profesional, serta memperkuat jejaring internasional di bidang pendidikan. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Universitas Negeri Malang dalam meningkatkan reputasi dan kontribusi internasional melalui berbagai program kolaboratif lintas negara. Pengalaman belajar lintas budaya yang diperoleh diharapkan mampu memperkaya perspektif mahasiswa dalam menghadapi tantangan pendidikan global.
Rangkaian kegiatan internasional ini dilaksanakan selama delapan hari, mulai 19 hingga 26 April 2026. Selama program berlangsung, peserta mengikuti berbagai aktivitas akademik, seperti Research and Methodology Class serta Research and Methodology Clinic yang memberikan pendampingan langsung terkait pengembangan penelitian. Mahasiswa juga mengikuti kelas Communicative Language for Teachers, Class Sit-In, dan berbagai sesi diskusi yang memperkenalkan praktik pembelajaran di lingkungan pendidikan internasional. Pengalaman lapangan semakin diperkuat melalui kegiatan Teaching Assistantship di Senior High School milik WCC yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengamati sekaligus terlibat dalam proses pembelajaran secara langsung. Program kemudian ditutup dengan Closing Ceremony dan kegiatan Cultural and Heritage Tour yang memperkenalkan kekayaan sejarah serta budaya Filipina kepada seluruh peserta.
Dari perspektif pengembangan akademik dan tata kelola pendidikan, program ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami praktik pendidikan di tingkat internasional. Interaksi dengan mahasiswa dan dosen dari berbagai negara mendorong peningkatan kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi lintas budaya. Aktivitas berbasis riset yang dijalankan selama program turut memperkuat keterampilan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21. Secara langsung, kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui indikator pendidikan inklusif, akses pembelajaran lintas negara, kemitraan pendidikan global, pembelajaran sepanjang hayat, serta sumber daya pendidikan yang diperkaya melalui pertukaran pengetahuan. Selain itu, program ini juga berkontribusi terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth) melalui pengembangan pekerjaan layak bagi lulusan yang kompetitif, inklusi ekonomi berbasis keterampilan global, serta ketenagakerjaan pemuda yang siap menghadapi pasar kerja internasional. Tidak ketinggalan, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) juga terwujud melalui kemitraan global antara UM, WCC Filipina, dan FPT University Vietnam, berbagi sumber daya akademik, kolaborasi berkelanjutan dalam mobilitas mahasiswa, pertukaran pengetahuan, serta aksi kolektif untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan tinggi.
Fatma Jaza Al Husna, salah satu peserta program UM GIE 2026, menyampaikan, “Program ini memberikan pengalaman yang sangat berkesan karena kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana praktik pendidikan dijalankan di lingkungan internasional. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga untuk pengembangan diri maupun kontribusi di bidang pendidikan ke depan.”
Melalui keberhasilan partisipasi mahasiswa dalam program ini, Program Studi S1 Manajemen Pendidikan UM berharap keberlanjutan kerja sama internasional yang telah terjalin dapat terus diperkuat pada masa mendatang. Berbagai bentuk kolaborasi, mulai dari mobilitas mahasiswa, pertukaran akademik, hingga penelitian bersama lintas negara diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sesuai dengan roadmap internasionalisasi prodi. Ke depan, program seperti UM GIE dirancang untuk memperluas cakupan mitra dan durasi kegiatan, sehingga mampu menciptakan lingkungan akademik yang lebih terbuka, inklusif, dan berorientasi global, serta menyiapkan lulusan Manajemen Pendidikan UM sebagai agen perubahan di tingkat nasional maupun global.