Prodi S1 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat pertukaran pengetahuan internasional melalui keikutsertaan Imam Gunawan, S.Pd., M.Pd., Ph.D., dosen Manajemen Pendidikan sekaligus peneliti UM, sebagai keynote speaker pada 2026 International Conference on Teacher Education. Forum tersebut berlangsung di Hsinchu, Taiwan, pada 23 Mei 2026 dan diikuti sekitar 1.000 peserta dari Taiwan, Jepang, Korea Selatan, China, USA, Hongkong, Vietnam, dan Indonesia. Partisipasi ini menjadi ruang diseminasi riset pendidikan Indonesia, khususnya tentang kepemimpinan instruksional dan kinerja guru dalam konteks pendidikan pesantren.

Dalam sesi keynote, Imam Gunawan memaparkan riset berjudul “Does Instructional Leadership Influence Teachers’ Performance? Evidence from Indonesian Pesantren Education.” Paparan tersebut menyoroti bagaimana kepemimpinan instruksional dapat dibaca sebagai praktik pengelolaan pembelajaran, pendampingan akademik, dan penguatan budaya belajar di satuan pendidikan. Dengan mengangkat bukti dari pendidikan pesantren Indonesia, forum ini menghadirkan perspektif lokal yang dapat didiskusikan bersama akademisi lintas negara. Rangkaian konferensi juga membuka ruang diskusi dan jejaring akademik internasional dengan komunitas pendidikan, termasuk National Tsing Hua University dan Chinese American Educational Research and Development Association (CAERDA), sebagai bagian dari forum yang mempertemukan peneliti, pendidik, dan pemerhati pendidikan guru.

Kontribusi kegiatan ini paling kuat terkait SDG 17, terutama melalui kerja sama internasional, kemitraan global, dan kemitraan multi-pihak yang memfasilitasi berbagi pengetahuan dan keahlian akademik. Kegiatan ini selaras dengan target 17.6 karena memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan dan pertukaran gagasan antarlembaga; target 17.16 karena mendukung berbagi keahlian untuk pencapaian tujuan pembangunan; serta target 17.17 karena memperkuat jejaring akademik yang efektif. Pada saat yang sama, kegiatan ini mendukung SDG 4 secara proporsional melalui akses pembelajaran, pendidikan berkualitas, dan pembelajaran sepanjang hayat bagi peserta konferensi. Keterkaitannya dengan target 4.7 terlihat pada perluasan wawasan lintas budaya dan kewargaan global, sedangkan target 4.c didukung melalui diskusi akademik tentang pengembangan guru serta kontribusi tersebut diposisikan sebagai diseminasi riset dan dialog ilmiah.

Yanchen Lin, salah satu peserta konferensi, menyampaikan, “Paparan ini memberi pemahaman baru tentang bagaimana kepemimpinan instruksional dari konteks pesantren Indonesia dapat menjadi bahan refleksi bagi pengembangan guru dan pengelolaan pembelajaran di berbagai negara.” Ke depan, pengalaman ini diharapkan menjadi dasar penguatan jejaring akademik Prodi S1 Manajemen Pendidikan UM dalam forum internasional. Melalui diseminasi riset yang berbasis bukti dan terukur, UM dapat terus membuka ruang pertukaran pengetahuan yang memperkaya kajian manajemen pendidikan, memperkenalkan praktik pendidikan Indonesia secara lebih luas, seperti diskusi ilmiah pascakonferensi, pertukaran gagasan riset, dan penjajakan forum akademik lanjutan, tanpa mengabaikan perlunya bukti formal apabila kegiatan tersebut berkembang menjadi kerja sama kelembagaan.

Translate »