Tiga mahasiswa dari Departemen Administrasi Pendidikan (AP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM), yaitu Lembang Liftianjaya, Philip Erlangga Putra Zain, dan Ellena Yusvia Wardhani, sukses mengikuti Program Summer Semester di Rajamangala University of Technology Krungthep, Thailand. Program ini berlangsung dari 16 Juni hingga 14 Juli 2024, dengan tujuan memperluas wawasan akademik mahasiswa FIP UM dalam lingkungan internasional.

Program ini mencakup berbagai kegiatan akademik dan non-akademik. Dalam kegiatan akademik, mahasiswa mempelajari metodologi penelitian, bahasa, dan budaya Thailand. Kegiatan non-akademik meliputi peningkatan keterampilan berkomunikasi, kepemimpinan, dan kolaborasi dengan mahasiswa dari berbagai negara.

Secara simbolis, penyerahan mahasiswa dilakukan oleh Dedi Prestiadi, M.Pd, dosen Administrasi Pendidikan, yang mewakili FIP UM kepada Mrs. Supaphorn Akkapin, Ph.D., selaku Dekan, didampingi oleh Mr. Supot Rattanapun, Ph.D., Deputi Akademik, dan Mr. Tubagus Achmad Darodjat, Ph.D., panitia kegiatan Summer Semester di RMUTK. Mrs. Supaphorn Akkapin menyambut baik kerjasama ini dan berharap kegiatan ini akan memberikan manfaat besar bagi pengembangan pendidikan dan penelitian di kedua negara, serta memperkuat kolaborasi internasional.

Kegiatan ini juga menghasilkan kerjasama dalam bentuk Memorandum of Agreement (MoA) antara FIP UM dan International College RMUTK, yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education) serta SDGs 17,yaitu Kerjasama dalam mencapai tujuan (Partnerships for the Goals).  Berikut adalah pengalaman beberapa mahasiswa yang mengikuti program ini.

Lembang Liftianjaya (AP 22′) mengikuti program ini bersama 33 mahasiswa dari berbagai universitas. Selain belajar metodologi penelitian dan statistika, mereka juga mempelajari budaya Thailand dan mengikuti city tour di Bangkok. Lembang mengetahui program ini dari grup Jarkom S1 2022 AP dan mendaftar melalui seleksi wawancara. Tantangan terbesar adalah membuat paspor dalam waktu singkat. Pengalaman paling berkesan adalah saat mengunjungi Chinatown di Bangkok, di mana ia belajar pentingnya kepedulian dan kedermawanan. Program ini sangat berpengaruh pada akademis dan kariernya, membuka wawasan berpikir dan memperluas relasi. Ia menyarankan teman-teman untuk tidak takut mencoba dan selalu mencari informasi tentang program serupa.

Ellena (AP 21′) bergabung dalam program Student Outbound Mobility di RMUTK. Ia mengetahui program ini dari Kepala Departemen, Dr. Teguh Triwiyanto, melalui grup Whatsapp Jaringan Komunikasi. Proses pendaftaran berjalan cepat dan tidak rumit. Tantangan terbesarnya adalah perjalanan pagi-pagi dari Mojokerto ke Malang untuk seleksi. Pengalaman paling berkesan adalah city tour dan campus tour. Program ini membuka wawasannya tentang dunia, memperkuat kemampuan komunikasi lintas budaya, dan menambah jaringan internasional. Ia menganggap pengalaman ini sangat berpengaruh pada akademis dan kariernya, menambah nilai pada CV atau portofolio. Ellena memberikan tips untuk rajin mencari informasi dan mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris.

Philip Erlangga (AP 23′) mengikuti program ini untuk menambah relasi dan pengalaman internasional. Ia mengetahui program ini dari grup Jarkom angkatan 23 yang disebar oleh Bu Desi. Tantangan terbesar adalah mengikuti seleksi dan tes berbahasa Inggris. Pengalaman paling berkesan adalah city tour ke Wat Phra Kew, di mana ia belajar pentingnya toleransi dan keberagaman. Program ini sangat berpengaruh pada akademis dan kariernya, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan mendapatkan sertifikat yang berguna untuk beasiswa atau melamar kerja. Philip memberikan tips untuk rajin mencari informasi di grup dan Instagram UM, serta berani mencoba keluar dari zona nyaman.

Dengan dilaksanakannya program ini, FIP UM terus memperluas kerjasama internasionalnya dalam pertukaran mahasiswa, penelitian, dan pengabdian masyarakat internasional. Kesuksesan mahasiswa dalam mengikuti program ini menunjukkan komitmen kuat UM untuk meningkatkan kualitas pendidikan internasional dan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global.

 

Translate »