Pada akhir September dan awal Oktober 2024, tepatnya kegiatan Diklat Ruang pada tanggal 29 September 2024 dan Diklat LKMO (Latihan Kemimpinan Manajemen Organisasi) Olympus pada tanggal 5-6 Oktober 2024 yang diselenggarakan oleh mahasiswa Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang berhasil dilaksanakan dengan tema “Orientation for Lively Young Minds, Preparing Undergraduates Strategically”. Program ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan akademik serta pengembangan keterampilan kepemimpinan mahasiswa dengan dukungan kolaboratif dari dosen, alumni, dan pihak eksternal. Acara ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 4 dan 17, yakni memastikan pendidikan berkualitas dan kemitraan untuk mencapai tujuan.
Pada Diklat Ruang yang diselenggarakan di Aula GKB D6 Fakultas Ilmu Pendidikan UM, peserta mendapatkan berbagai materi berharga dari dosen dan alumni. Pemateri seperti Ibu Desi Eri Kusumaningrum, S. Pd., M. Pd, Bapak Dedi Prestiadi , S. Pd. I., M. Pd., Bapak Hasan Argadinata S.Pd., M.Pd., dan alumni berprestasi Riko Rahmad Adriansyah, S. Pd. memberikan pengetahuan terkait administrasi pendidikan, karya tulis ilmiah, strategi perkuliahan, personal branding, serta keterampilan public speaking. Kegiatan ini mempererat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan alumni, sehingga mendukung peningkatan kualitas akademik mahasiswa sesuai dengan prinsip SDGs 4 tentang pendidikan yang inklusif dan berkualitas.

Sementara itu, Diklat LKMO (Latihan Kepemimpinan Manajemen Organisasi) yang berlangsung di Dusun Sahabat Alam, Karang Ploso, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan keterampilan kepemimpinan melalui kegiatan outdoor seperti Sharing is Caring (SIC) dan sesi presentasi mind mapping dari tiga kelompok terbaik. Presentasi tersebut berfokus pada materi yang telah diberikan dalam Diklat Ruang . Selain itu terdapat dua bagian penting dalam SIC, yaitu penyampaian materi oleh pemateri dan sesi berbagi antara panitia dengan peserta Olympus, di mana mereka saling bertukar pengalaman selama menjadi mahasiswa baru serta perjuangan dalam mencapai impian mereka di jurusan Administrasi Pendidikan UM.
Narasumber dalam kegiatan SIC adalah Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan, seorang perempuan yang memberikan motivasi dan arahan kepada peserta tentang pentingnya menjadi pemimpin yang baik, serta memperkenalkan pentingnya organisasi bagi pengembangan mahasiswa. Hal ini juga berkaitan dengan SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender, yang mendorong partisipasi perempuan secara penuh dan efektif dalam kepemimpinan di semua tingkatan.

Sesi berbagi juga menjadi salah satu momen paling menyenangkan bagi peserta. Berbagai tanggapan positif muncul dari para peserta yang berharap sesi ini bisa terus berlanjut. Sayangnya, karena keterbatasan waktu, sesi tersebut harus dihentikan, meskipun banyak yang ingin melanjutkan diskusi lebih lama. Antusiasme peserta terhadap kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya ruang untuk saling berbagi pengalaman dan membangun kedekatan di antara mahasiswa baru dan panitia.
Kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan, yang tidak hanya memperkuat hubungan antar mahasiswa tetapi juga melibatkan pihak eksternal dalam penyelenggaraan acara. Sinergi yang terjalin dalam kegiatan ini selaras dengan prinsip SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan, di mana kemitraan akademik dan sosial dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa.
Secara keseluruhan, rangkaian acara ini menjadi wujud nyata dari penerapan SDGs 4, 5, dan 17, di mana kolaborasi antara mahasiswa, dosen, alumni, dan pihak luar menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, kesetaraan gender, dan berkelanjutan, serta mempersiapkan generasi muda yang tangguh dan kompeten dalam menghadapi tantangan global. */fv