Di tengah upaya meningkatkan literasi dan numerasi dalam ekosistem pendidikan di Indonesia, tim Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang melakukan penelitian dengan tema Model Pengelolaan Kesiswaan dengan Mengintegrasikan Literasi Tradisional Budaya Jawa Adi Luhung untuk Memperkuat Harmoni Sosial Generasi Z di Sekolah Menengah Atas di Daerah Blitar, Tulungagung, Kediri, Pacitan, Madiun, Ngawi, Nganjuk, dan Bojonegoro.

Literasi tradisional menjadi acuan nilai-nilai moral dan budaya di tengah pesatnya kemajuan teknologi informasi saat ini. Tidak dapat dipungkiri, kemajuan dalam bidang teknologi informasi serta globalisasi saat ini turut membawa dampak yang cukup signifikan pada perubahan pola perilaku generasi penerus bangsa.

Hoaks, ujaran kebencian, hingga perundungan baik secara langsung maupun tidak langsung seperti hate speech di dunia maya dan di dunia nyata merupakan dampak dari tidak terbendungnya arus informasi yang terus berkembang. Hal seperti ini tidak bisa terus dibiarkan begitu saja, apalagi jika hal tersebut akhirnya menjadi perilaku/kebiasaan terutama di lingkungan sekolah. Hal tersebut yang mendorong tim Peneliti Universitas Negeri Malang yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ali Imron, M.Pd., M.Si dan berkolaborasi dengan Prof. Dr. Madya Khalip bin Musa dari Universitas Pendidikan Sultan Idris, Malaysia.

Penelitian pengembangan model pengelolaan kesiswaan dengan mengintegrasikan literasi tradisional budaya Jawa Adi Luhung menekankan pada upaya menyatukan nilai-nilai yang terdapat pada filosofi Adi Luhung dapat diadopsi dalam kegiatan kesiswaan di sekolah. Nilai-nilai yang terkandung di dalam filosofi Budaya Jawa Adi Luhung yaitu antara lain “Tepa Slira’’ atau mawas diri; “Aja Gampang Waonan”atau jangan mudah mencela; “Aja Dumeh” atau jangan sombong; “Rame ing Gawe” atau sikap kreativitas, serta nilai-nilai positif lainnya.

Lalu mengapa penelitian ini difokuskan pada generasi Z?

Ali Imron mengatakan bahwa generasi Z di Indonesia yang lahir antara tahun 1995-2012 merupakan generasi yang memiliki usia aktif bersekolah (menempuh pendidikan) dan mempunyai tantangan yang kompleks dari adanya perubahan dan kemajuan arus globalisasi dan kemajuan informasi saat ini. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan bagi akademisi yaitu menciptakan kebiasaan penumbuhan literasi yang berpusat pada siswa melalui literasi nilai-nilai budaya lokal.

Menurutnya program peningkatan literasi yang digaungkan saat ini harus dekat dan berpusat dengan siswa. Caranya yaitu dengan Siswa generasi Z  didekatkan dan dibimbing kembali dengan literasi tradisional berbasis lokal, sebagai contoh di sekolah-sekolah di Jawa Timur yaitu dengan mengenalkan kembali nilai literasi Budaya Jawa Adi Luhung agar memperkuat hubungan dengan sesama siswa, hubungan siswa dengan guru dan kepala sekolah, hingga hubungan dengan orang tua dan masyarakat. Pendek kata, Harmoni Sosial diciptakan melalui kegiatan literasi tradisional ini.

Tujuan dari penelitian yang dilakukan Guru, Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, dan OSIS maupun organisasi sekolah lainnya dapat mengembangkan nilai-nilai literasi budaya Jawa Adi Luhung untuk diintegrasikan dengan berbagai macam kegiatan pengelolaan kesiswaan di sekolah sebagai upaya meningkatkan harmoni sosial yang kuat dan meningkatkan literasi siswa secara luas. */aim

Translate »