Pada 13 November 2024, tim peneliti kolaborasi dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Negeri Malang (UM) menggelar kegiatan pengumpulan data serta diskusi terfokus (FGD) dalam rangka penelitian bertema Role Model Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Lolytasari, Dr. Hesti Kusumaningrum, dan Zahrotul Munawwaroh, M.Pd dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan melibatkan Dr. Teguh Triwiyanto, Desi Eri Kusumaningrum, M.Pd, Wildan Zulkarnain, M.PD, Dedi Prestiadi, M.Pd, Indra Lesmana, M.Pd, dan Hasan Argadinata, M.Pd dari UM.

Kerjasama ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merumuskan model percontohan implementasi kurikulum MBKM di kedua universitas. Melalui FGD yang diadakan di kampus UM, para peneliti mendiskusikan beberapa aspek kunci yang diperlukan dalam mendukung fleksibilitas, relevansi, serta dampak positif MBKM terhadap mahasiswa, dosen, dan institusi pendidikan secara keseluruhan.

Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi serta membangun kesepahaman antara kedua institusi terkait tantangan dan peluang yang ada dalam penerapan kurikulum MBKM. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia dalam menjalankan dan mengembangkan kurikulum MBKM yang efektif.

FGD mendedah bagaimana Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) di perguruan tinggi diterapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman. Program ini diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2020 dengan tujuan memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa dalam menentukan jalur pembelajaran yang sesuai dengan minat, bakat, serta kebutuhan profesional mereka. Kurikulum MBKM mengintegrasikan berbagai kegiatan pembelajaran di luar kampus seperti magang, proyek desa, proyek riset, dan kewirausahaan, yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman nyata dan keterampilan yang relevan sebelum memasuki dunia kerja.

Latar belakang diterapkannya MBKM juga didorong oleh kebutuhan untuk memperbaiki kesenjangan antara pendidikan dan industri, yang sering kali menjadi tantangan utama bagi lulusan dalam memperoleh pekerjaan. Program ini dirancang untuk membangun kompetensi mahasiswa yang lebih holistik, dengan menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kemampuan kolaborasi, serta adaptabilitas dalam lingkungan yang dinamis. Selain itu, MBKM bertujuan memperkaya pengalaman belajar mahasiswa, mendorong inovasi, serta memperluas jejaring mahasiswa dengan para profesional di bidangnya, sehingga diharapkan lulusan perguruan tinggi di Indonesia dapat bersaing secara global. */idl

Translate ยป