Hidup di perantauan sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama dalam menjaga pola hidup yang berkelanjutan. Banyak dari mereka yang kesulitan mempertahankan kebiasaan ramah lingkungan akibat keterbatasan fasilitas dan gaya hidup yang berubah. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Sabrina Oktafiani, mahasiswa Administrasi Pendidikan yang tetap berkomitmen menjalankan pola hidup ramah lingkungan meskipun tinggal di kos.
Sabrina berbagi pengalaman dan inspirasinya dalam menerapkan gaya hidup yang selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) nomor 3, yaitu Menjamin Kehidupan Sehat dan Mendukung Kesejahteraan bagi Semua di Segala Usia. Baginya, menjaga lingkungan yang sehat bukan hanya sekadar kepedulian terhadap alam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi diri sendiri dan masyarakat sekitar.
Sejak kecil, Sabrina telah terbiasa memilah sampah, menggunakan barang-barang yang dapat digunakan kembali, serta mengurangi konsumsi plastik sekali pakai. Kebiasaan ini terus Sabrina pertahankan meskipun harus menghadapi tantangan hidup di perantauan. Menurutnya, tinggal di kos bukanlah alasan untuk tidak menerapkan gaya hidup yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.
“Saya selalu membawa tas belanja sendiri ketika berbelanja, menggunakan botol minum dan alat makan pribadi untuk mengurangi sampah plastik, serta memilah sampah organik dan anorganik meskipun fasilitas pengelolaan sampah di tempat kos masih terbatas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sabrina juga mulai menerapkan konsep zero waste dalam kehidupan sehari-harinya. Sabrina mengganti tisu dengan sapu tangan, menggunakan sabun dan sampo batangan untuk mengurangi limbah plastik, serta memanfaatkan sisa makanan sebagai kompos sederhana yang dapat digunakan untuk menanam tanaman kecil di balkon kamarnya. Menurutnya, perubahan kecil ini jika dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.
Gaya hidup yang diterapkan oleh Sabrina selaras dengan visi SDGs 3 yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Menurutnya, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pola makan dan olahraga, tetapi juga erat kaitannya dengan lingkungan sekitar.
“Lingkungan yang bersih dan sehat tentu akan berkontribusi terhadap kesehatan fisik dan mental kita. Sampah yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai penyakit. Oleh karena itu, menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan juga berarti menjaga kesehatan kita sendiri,” jelas Sabrina.
Selain menjalankan kebiasaan pribadi yang berkelanjutan, Sabrina juga aktif dalam komunitas lingkungan di kampusnya. Sabrina kerap mengikuti berbagai kegiatan edukasi dan aksi nyata seperti kampanye pengurangan plastik, penanaman pohon, serta seminar tentang keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, berperan aktif dalam komunitas dapat meningkatkan kesadaran bersama dan mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan.
Sabrina berharap kebiasaannya dalam menjaga lingkungan dapat menginspirasi mahasiswa lain, terutama yang tinggal di kos, untuk turut serta dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Sabrina menyadari bahwa perubahan tidak dapat dilakukan secara instan, tetapi langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa dampak positif dalam jangka panjang.
“Banyak yang berpikir bahwa menjaga lingkungan itu sulit, padahal sebenarnya bisa dimulai dari hal-hal kecil yang tidak membutuhkan banyak usaha. Mulai dari membawa tumbler sendiri, mengurangi penggunaan plastik, hingga memilah sampah. Jika semua orang mau berkontribusi, dampaknya pasti akan lebih besar,” tambahnya.
Sebagai generasi muda, peran mahasiswa dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sangatlah penting. Kisah inspiratif Sabrina menjadi bukti bahwa setiap individu, bahkan dalam kehidupan sehari-hari di perantauan, dapat turut serta dalam menjaga lingkungan dan mendukung kesehatan serta kesejahteraan bagi semua. Dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten, visi SDGs 3 untuk menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera dapat tercapai secara nyata.