Komitmen terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) diwujudkan melalui kolaborasi internasional antara Universiti Selangor (UNISEL), Malaysia dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Malang (UM), Indonesia dalam program Summer Course 2025 yang berlangsung pada 14–30 April 2025 secara full luring di Kota Malang, Jawa Timur, Indonesia.
Sebanyak 31 mahasiswa dan 7 dosen pendamping dari UNISEL mengikuti rangkaian kegiatan outbound dan akademik intensif yang mencerminkan sinergi pendidikan global yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini secara langsung mendukung Tujuan 4 SDGs (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan platform pembelajaran lintas budaya melalui kegiatan seperti pelatihan metodologi penelitian, penulisan artikel ilmiah, podcast edukatif, presentasi karya ilmiah, dan students sharing session. Dengan pendekatan praktis dan kolaboratif, para peserta memperoleh pengalaman pendidikan yang kontekstual dan relevan dengan tantangan global.
Selain aspek akademik, kegiatan juga memperkuat Tujuan 17 SDGs (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Interaksi aktif antara mahasiswa dan dosen dari dua institusi berbeda negara menjadikan program ini sebagai wahana pertukaran ide, penguatan jejaring internasional, serta diplomasi pendidikan yang produktif. Agenda seperti kunjungan budaya ke Topeng Dance Studio, praktik gamelan Jawa, dan kegiatan Green Campus menambah dimensi ekologis dan multikultural dalam pengalaman belajar peserta.
Salah satu puncak kegiatan adalah sesi Green Campus Activity, yang menggugah kesadaran peserta terhadap isu keberlanjutan lingkungan dalam konteks kampus. Kegiatan ini menjadi kontribusi nyata terhadap pencapaian target SDGs dalam skala mikro sekaligus membentuk karakter mahasiswa sebagai warga dunia yang bertanggung jawab.
Acara ditutup pada 29 April 2025 dengan upacara penyerahan sertifikat dan pertunjukan budaya lintas negara yang menegaskan pentingnya kolaborasi dan saling pengertian dalam membangun masa depan pendidikan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, UNISEL dan FIP UM menegaskan bahwa kemitraan pendidikan internasional bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari strategi nyata untuk mencapai SDGs secara kolektif dan transformatif./*nmra