Sebagai wujud nyata dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-17 tentang Partnership for the Goals, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan program magang di instansi pemerintah, salah satunya di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang. Kegiatan ini berlangsung selama hampir empat bulan, dimulai pada hari Senin, 3 Februari hingga Rabu, 28 Mei 2025, setiap hari kerja pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.

Program magang ini berlokasi di Kantor BPN Kabupaten Malang yang terletak di Jl. Terusan Kawi No.10, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur. Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Ahmad Fauzi Al Firdaus, bersama rekan-rekannya yaitu Anggit Dwi Prakoso, Anisah Zayyinatul Husna, Clara Orchida Puperansa, Dwi Nur Febrianti, Meita Natasya Sinaga, Naufal Hafidz Tasaufi, dan Septiani Cahyaning Putri.

 Selama pelaksanaan magang, para mahasiswa tidak hanya diberikan pemahaman teknis terkait pertanahan, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam kegiatan operasional instansi. Mereka terlibat dalam proses pencatatan dan pendataan dokumen buku tanah masuk dan keluar, melakukan penyortiran serta penataan dokumen berdasarkan wilayah administrasi dan jenis hak atas tanah, hingga membantu petugas dalam pencarian arsip yang diperlukan oleh masyarakat maupun bagian internal BPN. Tak hanya itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam proses entri data ke Sistem Informasi Tata Ruang dan Pertanahan (SITATA) yang merupakan sistem resmi Kementerian ATR/BPN dalam rangka digitalisasi layanan pertanahan.

 Selain tugas teknis, mahasiswa turut berperan dalam proses verifikasi dokumen dan distribusi sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sebuah program strategis nasional yang bertujuan untuk mempercepat dan menertibkan pendaftaran tanah masyarakat secara menyeluruh. Mereka juga mendapat kesempatan untuk menyusun berita acara terkait dokumen buku tanah yang hilang, yang menjadi persyaratan penting dalam proses penerbitan ulang oleh instansi.

 Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan mahasiswa pengalaman kerja nyata yang relevan dengan bidang akademik mereka. Magang ini menjadi sarana bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan teknis maupun non-teknis, memahami budaya kerja birokrasi, serta menumbuhkan sikap profesionalisme dan tanggung jawab. Secara khusus, program ini dirancang agar mahasiswa mampu menguasai prosedur kerja dan sistem manajemen di tempat magang, melatih kemampuan komunikasi dan kerja tim, serta meningkatkan adaptasi terhadap lingkungan kerja yang sesungguhnya.

Dampak dari keterlibatan mahasiswa UM dalam program magang di BPN Kabupaten Malang tidak hanya dirasakan secara personal oleh peserta, namun juga memberikan kontribusi positif bagi instansi dan masyarakat. Mahasiswa belajar langsung tentang pentingnya tata kelola pertanahan yang tertib dan pelayanan publik yang efisien, serta bagaimana peran teknologi dan sistem informasi digunakan dalam mendukung proses administrasi yang modern dan akuntabel.

Kegiatan ini mencerminkan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja, sekaligus memperkuat praktik pelayanan publik yang transparan dan profesional. Hal ini selaras dengan semangat SDGs poin 17 yang menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor demi mencapai pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berdaya guna.

Translate »