Himpunan Mahasiswa Departemen Administrasi Pendidikan (HMD AP) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang kembali melaksanakan kegiatan Creating Awareness, Supporting Transition, and Leading Engagement (CASTLE 2025) sebagai rangkaian dari Latihan Keterampilan Manajemen Organisasi (LKMO). Acara ini menjadi salah satu momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan bekal wawasan kebangsaan, keterampilan kepemimpinan, serta kemampuan literasi akademik yang kuat.
Mengusung tema “Building Character for Developing Resilient and Competitive Students”, CASTLE 2025 tidak hanya menekankan pembentukan karakter dan manajerial, tetapi juga menyiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia akademik dan dunia kerja yang terus berkembang. Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah Castle Insight yang menghadirkan narasumber terkemuka, Prof. Dra. Nunung Suryati, M.Ed., Ph.D., Ketua Program Studi S2 dan S3 Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.
Dalam pemaparannya, Prof. Nunung membawakan materi bertajuk “Berpikir Kritis, Menulis Sistematis, Berkarya melalui PPKI: Mewujudkan Mahasiswa Reflektif dan Inovatif.” Ia menekankan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memiliki semangat belajar, tetapi juga harus mampu menyalurkan gagasan secara ilmiah dan sistematis melalui karya tulis. Menurutnya, kemampuan berpikir kritis dan menulis akademik merupakan fondasi penting untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya reflektif terhadap persoalan sosial, tetapi juga inovatif dalam memberikan solusi nyata.
Pembahasan yang disampaikan meliputi pengenalan PPKI UM, pemahaman mendalam tentang karya ilmiah khususnya makalah, hingga teknis penulisan yang sesuai standar akademik internasional. Prof. Nunung menjelaskan secara rinci mengenai sistematika penulisan, teknik pengutipan dan perujukan, serta penulisan daftar rujukan dengan standar APA Style. Ia juga memperkenalkan penggunaan aplikasi pendukung seperti Zotero, Mendeley, dan Turnitin yang akan membantu mahasiswa dalam menjaga orisinalitas dan kualitas karya ilmiah mereka.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keterampilan menulis yang sistematis tidak hanya diperlukan dalam dunia akademik, tetapi juga menjadi bekal penting ketika mahasiswa memasuki dunia kerja. Dunia profesional, jelasnya, membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menuangkan gagasan dalam bentuk laporan, analisis kebijakan, maupun publikasi ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. “Menulis itu bukan sekadar menuangkan kata-kata. Menulis adalah proses berpikir, proses berkarya, dan cara kita berkontribusi pada kemajuan masyarakat,” ungkap Prof. Nunung.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi terhadap SDG 8 : Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Dengan membekali mahasiswa baru keterampilan berpikir kritis, menulis ilmiah, dan memanfaatkan teknologi literasi, CASTLE 2025 mendukung terbentuknya generasi yang siap menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Keterampilan akademik yang dikembangkan melalui sesi ini tidak hanya bermanfaat dalam menyelesaikan tugas perkuliahan, tetapi juga menjadi modal berharga untuk menciptakan inovasi, mengembangkan karier, dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Mahasiswa baru dengan antusias mengikuti sesi tanya jawab, mendiskusikan tantangan dalam penulisan akademik, hingga mencoba langsung fitur-fitur aplikasi pendukung yang diperkenalkan. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sekadar menerima materi, tetapi juga mulai membangun kesadaran akan pentingnya literasi akademik dalam perjalanan studi dan profesi mereka.
CASTLE 2025 menjadi bukti bahwa proses adaptasi mahasiswa baru bukan hanya tentang mengenal lingkungan kampus, melainkan juga tentang menanamkan fondasi keterampilan yang relevan untuk masa depan. Dengan menghadirkan tokoh akademisi sekaliber Prof. Nunung Suryati, kegiatan ini mampu memberikan inspirasi sekaligus arah bagi mahasiswa baru Departemen Administrasi Pendidikan agar tumbuh menjadi insan yang reflektif, inovatif, dan berdaya saing.
Lebih dari sekadar seminar, CASTLE 2025 adalah bagian dari strategi Universitas Negeri Malang untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya berkarakter, tetapi juga memiliki kompetensi akademik dan profesional yang mampu menjawab tuntutan global. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung pencapaian SDG 8, dengan menyiapkan generasi muda yang siap bekerja, berkarya, dan berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.