Program Studi S1 Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang menggelar kuliah tamu bertajuk “Keunggulan Sistem Pendidikan Singapura dalam Memperkuat SDGs 4 Kualitas Pendidikan” pada Rabu, 10 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung D3 ini menghadirkan Dr. Munirah Shaik Kadir, dosen dari National Institute of Education (NIE), Nanyang Technological University (NTU), Singapura, sebagai pemateri utama.
Dalam paparannya, Dr. Munirah menjelaskan bagaimana Singapura membangun sistem pendidikan yang berorientasi pada mutu dan pemerataan, serta bagaimana pendekatan tersebut dapat diadaptasi dalam konteks pendidikan Indonesia. Ia menekankan peran kepemimpinan pendidikan, kualitas pengajaran, dan ekosistem belajar yang kolaboratif sebagai fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan kualitas pendidikan. Pendekatan berbasis data dan inovasi pembelajaran yang diterapkan di Singapura juga menjadi sorotan penting, terutama dalam upaya negara tersebut menjaga relevansi pendidikan dengan tuntutan global.
Kuliah tamu ini diselenggarakan dengan tujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai praktik internasional yang efektif dalam peningkatan mutu pendidikan, sekaligus memperkuat perspektif mereka terhadap implementasi SDGs 4 yang menekankan pemerataan akses dan kualitas pembelajaran. Selain memberikan pemahaman konseptual, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk menganalisis kemungkinan adopsi strategi pendidikan Singapura ke dalam manajemen pendidikan di Indonesia.
Melalui sesi diskusi, peserta memperoleh gambaran lebih konkret mengenai model manajemen sekolah, pengembangan kurikulum, serta pola pembinaan guru di Singapura yang telah terbukti efektif menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi. Mahasiswa juga diajak mengkritisi tantangan yang mungkin muncul dalam proses adaptasi kebijakan tersebut di Indonesia, sehingga kegiatan ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menumbuhkan pemikiran reflektif dan analitis.
Kegiatan kuliah tamu ini menghasilkan beberapa capaian penting, di antaranya peningkatan pemahaman mahasiswa terkait sistem pendidikan global, lahirnya ide-ide inovatif untuk pengembangan manajemen pendidikan di tingkat sekolah maupun lembaga, serta penguatan komitmen terhadap pencapaian SDGs 4 melalui pendekatan yang lebih kontekstual dan berbasis praktik baik internasional. Acara ditutup dengan harapan bahwa kolaborasi akademik semacam ini dapat terus diperluas guna mendukung pengembangan kompetensi calon administrator pendidikan yang responsif terhadap dinamika global.