Sebanyak 75 dosen dan pengelola program studi dari 12 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Workshop Rekonstruksi Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Program Studi Manajemen/Administrasi Pendidikan Indonesia (APMAPI) bersama Departemen Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM). Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 April 2026 di Gedung D4 FIP UM ini bertujuan untuk mewujudkan SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang inklusif, terukur, dan berorientasi hasil belajar konkret, serta memperkuat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi lintas institusi.
Workshop diawali dengan pembukaan resmi oleh Ketua Umum APMAPI, Prof. Dr. H. Imron Arifin, M.Pd., dan Dekan FIP UM, Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Pd., M.Pd. Rangkaian kegiatan meliputi rapat kerja peninjauan AD-ART APMAPI untuk penguatan kelembagaan, serta Focus Group Discussion (FGD) yang membahas penyusunan CPL untuk jenjang S1, S2, dan S3 pada program studi Administrasi Pendidikan, Manajemen Pendidikan, dan Manajemen Pendidikan Islam.
FGD tersebut mengacu pada Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi. Para peserta tidak hanya berasal dari UM, tetapi juga dari Universitas Negeri Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Pamekasan, Universitas Brawijaya, Universitas Gresik, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya. Kolaborasi multi-pihak ini merupakan wujud nyata SDG 17, di mana terjadi pertukaran pengetahuan, berbagi sumber daya, dan penguatan kapasitas antarlembaga untuk mencapai standar mutu pendidikan yang sama.
Workshop ini secara langsung mendukung target SDG 4. Dengan dirumuskannya CPL berbasis OBE, kurikulum dirancang lebih terukur, adaptif terhadap perubahan dunia kerja, serta menjamin bahwa setiap lulusan memiliki kompetensi unggul. “Kami memastikan bahwa lulusan AP/MP/MPI tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan pemecahan masalah dan pembelajaran sepanjang hayat,” ujar Prof. Imron Arifin.
Keterlibatan lebih dari 12 institusi mitra dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Timur hingga luar Jawa, menunjukkan adanya kemitraan global dan lokal yang berkelanjutan. Forum ini menjadi wadah bagi program studi untuk menyepakati standar hasil belajar yang seragam, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang terintegrasi. Selain itu, workshop ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh pemerintah daerah dan forum dosen lintas kampus. “Sinergi seperti inilah yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21,” tambah Sekretaris Jenderal APMAPI, Prof. Dr. H. Suryadi.
Dekan FIP UM, Dr. H. A. Yusuf Sobri, S.Pd., M.Pd., menyampaikan, “Workshop ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan komitmen bersama APMAPI dan UM untuk terus meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Kami berharap apa yang dirumuskan hari ini dapat menjadi pilot project bagi program studi lain di seluruh Indonesia.”
Ke depan, hasil rekonstruksi kurikulum OBE dan CPL yang telah disepakati akan diimplementasikan secara bertahap pada seluruh prodi anggota APMAPI. Monitoring dan evaluasi berkala akan dilakukan setiap semester untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan industri global. APMAPI dan UM juga berencana mengadakan workshop lanjutan secara daring untuk menjangkau lebih banyak mitra, serta menyusun roadmap pengembangan kurikulum hingga tahun 2030. Dengan semangat SDG 4 dan SDG 17, kegiatan ini diharapkan menjadi motor penggerak perubahan sistem pendidikan tinggi Indonesia yang lebih inklusif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan.