Sebanyak 26 mahasiswa program studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM) mengikuti Kuliah Tamu bertema “Implikasi Tantangan Polycrisis terhadap Manajemen Pendidikan untuk Perbaikan Mutu Sekolah” yang diselenggarakan oleh Departemen Manajemen Pendidikan UM bersama Asosiasi Program Studi Manajemen/Administrasi Pendidikan Indonesia (APMAPI). Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, secara online melalui google meet ini menghadirkan 1 narasumber nasional, Dr. Nunuk Hariyati, M.Pd. Tujuan kuliah tamu ini adalah memperkuat pemahaman mahasiswa tentang dampak polycrisis (krisis belajar, digital, sosial-emosional, kepemimpinan, dan lingkungan) serta merumuskan strategi perbaikan mutu sekolah yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi nyata terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Kuliah tamu dibuka dengan sambutan Ketua Departemen Manajemen Pendidikan UM, yang menekankan pentingnya adaptasi sistem pendidikan terhadap krisis multi-dimensi. Dr. Nunuk Hariyati, M.Pd. memaparkan data mutakhir: learning loss setara 11 bulan pembelajaran, 30% siswa belum mencapai literasi minimum, 32% belum mencapai numerasi minimum (Asesmen Nasional 2024), serta ketimpangan akses teknologi antara wilayah Barat (82,1%) dan Timur (45,2%). Ia juga mengungkapkan bahwa 1 dari 3 siswa mengalami tekanan mental (kecemasan, depresi, stres) berdasarkan I-NAMHS 2022–2024, serta tingginya angka burnout guru akibat beban kerja digital.
Selanjutnya, beliau menyoroti krisis kepemimpinan pendidikan, di mana kepala sekolah belum sepenuhnya berperan sebagai instructional leader, dan minimnya budaya reflektif serta kolaboratif. Kedua narasumber menawarkan solusi terintegrasi: transformasi kurikulum melalui pendekatan Mastery Learning dan Teaching at the Right Level (TaRL), pengembangan budaya organisasi berbasis well-being dan supportive climate, serta penguatan kepemimpinan instruksional berbasis Professional Learning Community (PLC). Sesi diskusi interaktif berlangsung hangat, dengan seluruh 26 mahasiswa Manajemen Pendidikan aktif mengajukan pertanyaan. Kuliah tamu ini secara langsung mendukung target SDG 4.3 (akses setara ke pendidikan tinggi), 4.4 (keterampilan relevan abad 21), dan 4.7 (pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan). Dengan menyajikan strategi berbasis data, mahasiswa dibekali kemampuan merancang kurikulum yang tangguh terhadap learning loss serta memanfaatkan teknologi secara adil.
Paparan mengenai 1 dari 3 siswa mengalami tekanan mental serta burnout guru menjadi fondasi bagi penguatan layanan kesehatan mental di lingkungan pendidikan. Solusi yang ditawarkan seperti pengembangan supportive climate dan keseimbangan beban kerja sejalan dengan target SDG 3.4 (meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan). Dr. Nunuk Hariyati menegaskan, “Manajemen pendidikan tidak bisa mengabaikan aspek sosio-emosional. Sekolah harus menjadi rumah yang aman bagi kesehatan mental seluruh warganya.” Dengan demikian, peserta kuliah tamu memahami bahwa perbaikan mutu sekolah tidak hanya akademik, tetapi juga mencakup kesejahteraan psikologis siswa dan tenaga pendidik.
Dr. Nunuk Hariyati, M.Pd. menyampaikan, “Polycrisis bukan akhir dari segalanya, tetapi panggilan untuk bertransformasi. Mutu sekolah masa depan ditentukan oleh kemampuan manajemen pendidikan merespons krisis secara holistik, dengan ‘kepala’ dan ‘hati’.”
Ke depan, Departemen Manajemen Pendidikan UM bersama APMAPI berkomitmen menindaklanjuti kuliah tamu ini dengan lokakarya terbatas bagi mahasiswa dan guru, pengembangan modul resilience-based school management, serta penyusunan rencana aksi perbaikan mutu sekolah berbasis SDG 4 dan SDG 3. Kegiatan serupa akan dilaksanakan setiap semester dengan fokus pada penguatan kapasitas calon pemimpin pendidikan. Dengan semangat pendidikan berkualitas dan kesejahteraan sehat, diharapkan setiap lulusan mampu menciptakan sekolah yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan.